
Sleman, 23 April 2025 | Sentra Jateng — Muhammad Nastain (30), pria asal Semarang, ditemukan tewas di kamar kosnya di Padukuhan Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman, pada Selasa (22/4/2025). Diketahui, Nastain merupakan alumnus Program Magister Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sekretaris Universitas Gadjah Mada, Andi Sandi, membenarkan bahwa Nastain adalah lulusan S2 Biologi UGM. “Jadi beliau adalah alumni kita, almarhum itu adalah alumni kita,” ujar Andi saat ditemui di Gelanggang Inovasi Kreativitas (GIK), Rabu (23/4/2025).
Di rumah duka yang terletak di Dusun Srumbung, Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, suasana haru menyelimuti keluarga. Ngadi, ayah dari Nastain, mengenang putranya sebagai sosok yang tekun, sederhana, dan rendah hati. “Saya berencana mengantarkan motor baru untuk dia ke Jogja, lalu motor lamanya saya bawa pulang ke sini. Namun belum sempat dan malah ada kejadian ini,” kata Ngadi sambil menyeka air mata.
Ngadi menceritakan bahwa sejak kecil, Nastain lebih memilih membaca buku daripada bermain seperti anak-anak lain seusianya. Ketekunan itu membawanya menyelesaikan studi S1 Biologi di Universitas Diponegoro (Undip), kemudian melanjutkan S2 Biologi di UGM, dan saat ini tengah dalam proses mendaftar pendidikan doktoral (S3) di UGM.
Penemuan jenazah Nastain bermula dari laporan penghuni kos yang mencium bau tak sedap dari lantai dua. Dimas, pemilik kos, kemudian mengecek kamar yang bersangkutan dan menemukan Nastain dalam kondisi tergeletak. “Jadi ceritanya anak kos ada yang WA saya ngabarin kalau ada bau nggak enak di lantai 2,” ujar Dimas. Setelah melihat kondisi tersebut, Dimas segera melapor ke ketua RT.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian Nastain. Keluarga berharap agar kasus ini dapat segera terungkap dan mendapatkan keadilan.
(ar/ar)
