
Perdagangan Tramadol Terbuka di Tanah Abang Bikin Warga Resah
Sentra Jateng – Penjualan obat keras tramadol secara terbuka di trotoar Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Obat yang seharusnya hanya dapat diperoleh dengan resep dokter ini dijajakan secara terang-terangan oleh sejumlah individu di area yang ramai dilalui pejalan kaki.
Warga Merasa Tak Aman
Lita (34), seorang warga yang rutin melintasi trotoar tersebut untuk menuju Stasiun Tanah Abang, mengungkapkan rasa takutnya. “Kalau dibilang takut, ya takut. Karena, kan kita kalau mau berangkat atau pulang kerja lewat sini buat ke Stasiun Tanah Abang,” ujar Lita kepada Kompas.com pada Senin (5/5/2025). Ia bahkan memilih menggunakan ojek online untuk menghindari jalur tersebut. “Ya begitu, pakai ojol ya. Kan enak jadi enggak melewati mereka secara langsung. Tapi ya saya sebenarnya enggak tahu itu obat apa,” tambahnya.
Modus Penjualan Terang-terangan
Pantauan Kompas.com menunjukkan bahwa para penjual tramadol duduk di balik pembatas jalan, dekat pohon, di trotoar sisi kanan Jalan KS Tubun arah Pasar Tanah Abang Blok G. Mereka duduk berjauhan dan tidak berkelompok. Beberapa dari mereka tampak memegang obat di tangan dan menawarkan kepada pengendara yang melambatkan laju motor. Ada juga yang melambaikan tangan dengan gestur khas untuk memanggil calon pembeli.
Salah satu penjual menyebutkan harga tramadol sebesar Rp 35.000 per strip yang berisi 10 butir. Obat ini dijual tanpa resep dokter, yang seharusnya menjadi syarat utama untuk pembelian obat keras seperti tramadol.
Lokasi Strategis Jadi Sasaran
Jembatan di Jalan KS Tubun yang menghubungkan ke Pasar Tanah Abang dan Museum Tekstil menjadi jalur utama pejalan kaki dan kendaraan. Lokasi ini ramai karena berada di titik transit menuju stasiun dan halte TransJakarta. Dengan posisi strategis dan lalu lintas padat, para penjual tramadol bisa dengan mudah menemukan pembeli.
(ar/ar)
