
Sentra Jateng – Turnamen bola voli Sukaria Cup VII yang digelar di Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri resmi berakhir pada Sabtu, 26 Juli 2025. Ajang olahraga tahunan ini tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi pecinta voli, namun juga menjadi ajang silaturahmi dan penggerak ekonomi lokal. Dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa, turnamen tahun ini mencatat sejumlah pencapaian penting dan kesan mendalam dari berbagai pihak.

Cemara Muda Raih Juara Pertama
Pertandingan final yang digelar di Stadion Sukaria menyuguhkan aksi seru dan menegangkan. Cemara Muda dari Dusun Nangsri keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan tim kuat Sinar Harapan dari Dusun Sunggingan. Posisi ketiga berhasil diraih oleh Krida Muda dari Dusun Ngalangdowo. Penyerahan trofi bergilir dilakukan langsung oleh Kepala Desa Lebak, Bapak Sudarno, dan uang pembinaan jika sudah menang 3x berturut-turut sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para finalis.

Sejumlah pemain menunjukkan performa luar biasa sepanjang turnamen. Dari pemain lokal, nama-nama seperti Eko Cawek dari Kaidah Muda, Thegar Bonto dari Sinar Harapan, Toro Belong dari Cemara Muda, dan Agifca Ariesca dari Gayam mendapat sorotan sebagai pemain terbaik. Dari pemain luar, Cemara Muda menampilkan Febri Tunggul Pratama dan Adit yang bermain sangat solid. Sementara Sinar Harapan turut mengandalkan performa cemerlang dari Deni Denok dan Fajar.


Final tidak hanya menyuguhkan laga sengit, tetapi juga dimeriahkan oleh pertunjukan seni campursari dari Lokal Desa Lebak yang dibawakan oleh Andika Production. Tata cahaya gemerlap dari MMC Light dan dukungan sound system dari Maju Mapan membuat atmosfer pertandingan semakin meriah dan megah, serta dukungan penuh dari provider Palapanet Wonogiri disepanjang acara berjalan.

Kehadiran Tokoh Penting Tambah Semarak Acara
Turnamen ini juga mendapat kehormatan dengan kehadiran Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Selain itu, Camat Pracimantoro dan beberapa anggota DPRD Wonogiri turut hadir memberikan dukungan langsung. Kehadiran para tokoh ini menjadi bukti bahwa Sukaria Cup telah menjadi agenda penting di tingkat daerah.
Laga final mempertemukan dua tim tangguh dengan strategi permainan yang apik. Cemara Muda yang diperkuat oleh Febri Tunggul Pratama dan Adit tampil dominan di posisi oposite. Sementara Sinar Harapan mengandalkan ketajaman Deni Denok dan Fajar. Pertandingan berlangsung sengit hingga akhirnya Cemara Muda memastikan kemenangan dan meraih gelar juara tahun ini.
Doorprize Utama 1 Unit Mobil Jadi Momen Mengejutkan
Salah satu momen paling mengejutkan malam itu adalah pengumuman doorprize utama berupa 1 unit mobil, yang berhasil dimenangkan oleh Ibu Endra dari Dusun Ngalangdowo. Hadiah diserahkan langsung oleh Kepala Desa Sudarno bersama anggota DPRD Wonogiri, Bapak Irwan. Suasana semakin meriah ketika pemenang berdiri di tengah lapangan diiringi sorakan ribuan penonton.

Antusiasme masyarakat tahun ini luar biasa tinggi. Stadion Sukaria Cup VII dipenuhi lebih dari 4.000 penonton saat malam final, bahkan diperkirakan mencapai 5.000 orang secara keseluruhan. Tiket terjual habis, menunjukkan antusiasme publik terhadap turnamen ini sangat besar, bahkan melebihi kapasitas stadion yang tersedia.

)Penyelenggaraan turnamen tahun ini berjalan lancar sesuai rencana. Hal ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Desa Lebak, kekompakan panitia, serta kontribusi dari para sponsor yang telah berperan besar dalam menyukseskan acara ini. Kombinasi antara olahraga, seni, dan suasana khas “lighting” membuat turnamen ini terasa lebih dari sekadar pertandingan.

Manfaat Ekonomi dan Sosial bagi Warga
Turnamen Sukaria Cup VII juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Banyak pelaku UMKM dan pedagang yang merasakan peningkatan pendapatan selama acara berlangsung. Selain itu, turnamen ini juga menjadi sarana hiburan bagi warga serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat di wilayah Desa Lebak dan sekitarnya.
Salah satu hal menarik dalam turnamen ini adalah penggunaan teknologi pendukung wasit seperti VAR dan sistem challenge. Hal ini memberi nuansa profesional dan meningkatkan kualitas pertandingan. Beberapa penonton bahkan menyamakan atmosfer Sukaria Cup dengan kompetisi nasional seperti Proliga.
Evaluasi dan Harapan ke Depan
Meski berjalan sukses, panitia mencatat beberapa hal untuk evaluasi, terutama terkait kapasitas stadion yang tidak mampu menampung seluruh penonton. Ke depan, rencana perluasan tribun telah diwacanakan oleh Kepala Desa, Bapak Sudarno, agar pengunjung lebih nyaman menyaksikan pertandingan.
Satu-satunya kendala utama dalam penyelenggaraan tahun ini adalah lonjakan jumlah penonton yang membuat pengaturan masuk ke stadion menjadi tantangan tersendiri. Panitia berkomitmen untuk memperbaiki sistem pengelolaan penonton agar lebih tertib di edisi mendatang.
Apresiasi untuk Sponsor dan Pendukung
Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan. Sumbangsih mereka sangat membantu dalam terlaksananya turnamen ini. Doa terbaik disampaikan agar seluruh sponsor selalu diberikan kelancaran dan keberkahan.
Dengan pengemasan acara yang semakin profesional, kombinasi hiburan dan olahraga, serta dukungan teknologi pertandingan yang mutakhir, turnamen ini sukses menarik perhatian masyarakat luas dan mencetak standar baru bagi penyelenggaraan olahraga di tingkat desa.
Keberhasilan Sukaria Cup VII membuktikan bahwa turnamen olahraga di tingkat lokal pun bisa diselenggarakan dengan sangat baik, asalkan ada sinergi antara pemerintah desa, panitia, sponsor, dan masyarakat. Ini menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain dalam mengembangkan kegiatan serupa.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Sukaria Cup VII menjadi simbol persatuan warga. Kehadiran ribuan penonton dari berbagai dusun, serta partisipasi aktif dari tim-tim lokal dan luar desa, menjadikan acara ini sebagai momen berharga dalam mempererat kebersamaan.
Harapan untuk Sukaria Cup VIII
Dengan semangat yang terus terjaga, panitia dan masyarakat berharap Sukaria Cup VIII di tahun mendatang akan lebih sukses dan meriah. Peningkatan sarana, sistem pertandingan yang makin modern, dan hiburan yang lebih beragam diharapkan akan semakin menguatkan posisi Sukaria Cup sebagai ikon olahraga dan budaya di Desa Lebak.
Kesimpulan
Sukaria Cup VII telah membuktikan bahwa turnamen lokal pun bisa menjadi ajang spektakuler. Kesuksesan tahun ini menjadi momentum penting dalam membangun semangat olahraga, mempererat komunitas, dan menggerakkan roda ekonomi daerah. Desa Lebak patut berbangga atas pencapaian luar biasa ini.


red (ar/ar)
