
Sentra Jateng – Pengelola Taman Rotanusa, Jakarta Pusat, resmi mengeluarkan imbauan keras kepada pengunjung untuk tidak memetik bunga matahari yang sedang mekar sempurna di area taman. Larangan ini menyusul aksi vandalisme beberapa pengunjung yang merusak keindahan taman untuk konten media sosial.
“Kami sediakan bunga untuk dinikmati bersama, bukan untuk dipetik. Ada denda Rp500 ribu bagi yang melanggar,” tegas Arif Budiman, Kepala Pengelola Taman Rotanusa.
3 Alasan Larangan Memetik Bunga
1️⃣ Konservasi Tanaman
- Butuh 60 hari dari tanam hingga mekar
- Satu tangkai yang dipetik = 50 biji potensial hilang
- Kerugian mencapai Rp2 juta per tanaman rusak
2️⃣ Keindahan Publik
- Spot foto bersama harus tetap asri
- Bunga jadi daya tarik utama taman
- 90% pengunjung datang khusus lihat bunga matahari
3️⃣ Edukasi Lingkungan
- Ajarkan anak mencintai alam
- Tanamkan kesadaran kolektif
- Contoh baik untuk taman lain
Data Kerusakan Terakhir
- 20 tangkai bunga dipetik minggu lalu
- 5 tanaman mati karena dirusak
- 15 laporan warga soal aksi vandalisme
Aturan Pengunjung Taman
✔ Dilarang memetik/menginjak tanaman
✔ Boleh foto dari jarak 1 meter
✔ Area khusus selfie disediakan
✔ Waktu berkunjung 06.00-18.00 WIB
Sanksi untuk Pelanggar
- Teguran lisan
- Denda Rp500 ribu
- Dilarang masuk taman 3 bulan
- Laporan ke polisi jika merusak parah
Respons Pengunjung
Maya (27), pengunjung dari Bekasi:
“Sedih lihat ada yang sembarangan petik. Saya datang jauh-jauh justru ingin lihat keindahan alaminya.”
Tips Nikmati Taman Tanpa Rusak Alam
- Gunakan angle kreatif untuk foto
- Bawa kamera bukan tangan
- Ikuti tur dengan pemandu
- Laporkan pelanggar ke petugas
Red (ar/ar)
