
Sentra Jateng – Pemerintah Palestina melalui Kementerian Informasi secara resmi mendesak komunitas jurnalis global untuk bersikap lebih vokal membela rekan-rekan mereka di Gaza. Seruan ini muncul setelah catatan mengejutkan dari Palestinian Journalists’ Syndicate (PJS): 126 wartawan Gaza tewas sejak eskalasi Oktober 2023.
Fakta Kekerasan pada Jurnalis Gaza
- 126 jurnalis tewas (98 di antaranya terbunuh saat bertugas)
- 45 media hancur oleh serangan udara
- 11 wartawan masih hilang
- Rata-rata 2 jurnalis tewas per minggu
Isi Seruan Resmi Palestina
- Permintaan khusus:
- Media internasional untuk beri porsi liputan khusus
- Organisasi pers dunia kirim pengamat independen
- Dewan HAM PBB bentuk mekanisme perlindungan khusus
- Data pelanggaran:
- 63% kematian jurnalis adalah targeted killing
- 78% terjadi saat menggunakan rompan pers
- 91% korban adalah warga Palestina
Reaksi Organisasi Pers Dunia
◉ CPJ (Committee to Protect Journalists):
“Ini krisis terburuk bagi jurnalis sejak kami berdiri 1981”
◉ RSF (Reporters Without Borders):
“Israel harus bertanggung jawab atas pembunuhan 17 wartawan yang jelas memakai tanda pers”
◉ IFJ (International Federation of Journalists):
“Kami desak ICC segera proses investigasi sebagai kejahatan perang”
Kondisi Lapangan Terkini
- Wartawan Gaza bekerja tanpa alat pelindung
- Internet sering dimatikan menghambat pelaporan
- Kekurangan logistik dasar seperti helm dan rompi anti peluru
Dampak pada Pemberitaan Global
“Kami kesulitan dapatkan gambaran utuh di Gaza karena semakin sedikit saksi mata yang bisa melaporkan,” ujar Editor Senior BBC Arabic.
Red (ar/ar)
