
SENTRA JATENG – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara mengejutkan menyatakan kesiapannya untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin kapan pun, sebagai bagian dari upaya mencari jalan damai mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga tahun. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers khusus di ibu kota Kyiv.
Syarat dan Agenda Pertemuan
Zelenskyy menegaskan bahwa pertemuan harus dilakukan dengan agenda yang jelas dan membahas penarikan penuh pasukan Rusia dari wilayah Ukraina, termasuk Crimea yang dianeksasi sejak 2014.
“Kami tidak menolak dialog, tetapi dialog harus bermartabat dan mengacu pada kedaulatan penuh Ukraina. Ini bukan soal taktik, tapi prinsip,” tegas Zelenskyy di hadapan media internasional.
Peran Mediator Internasional
Pertemuan ini diusulkan untuk difasilitasi oleh PBB atau negara netral seperti Turki atau China. Zelenskyy menyebut pihaknya telah menyiapkan draft proposal perdamaian yang dapat segera dibahas.
“Kami telah meminta Sekjen PBB untuk menjadi penengah. Perang ini harus diakhiri, bukan ditunda,” tambahnya.
Respons Moscow dan Kemungkinan Realisasi
Hingga berita ini diturunkan, Kremlin belum memberikan respons resmi. Namun, sumber diplomatik di Moscow menyatakan Putin “tidak menutup kemungkinan bertemu asalkan kepentingan Rusia dipertimbangkan”.
Analisis politik internasional Dr. Elena Novak dari Pusat Studi Eropa mengatakan, “Ini sinyal positif, tetapi kedua pihak masih memiliki posisi yang sangat jauh. Perlu kompromi besar.”
Dukungan Internasional dan Tekanan Global
Dunia internasional, termasuk AS dan UE, mendorong kedua pihak segera duduk dalam meja perundingan. Konflik telah memicu krisis energi dan pangan global serta mengancam stabilitas keamanan Eropa.
Red (ar/ar)
