
SENTRA JATENG – Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyoroti persoalan sanitasi buruk yang ia sebut sebagai “lingkaran setan” yang tak kunjung terputus antara kemiskinan dan kesehatan. Dalam sebuah diskusi publik, Fahri mengkritik keras lambatnya perbaikan infrastruktur sanitasi yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat kelas bawah.
Sanitasi Buruk: Akar Masalah Kesehatan dan Kemiskinan
Fahri memaparkan, sanitasi yang buruk tidak hanya menyebabkan penyakit, tetapi juga memperparah kemiskinan. Keluarga miskin terpaksa mengeluarkan biaya besar untuk berobat, sehingga semakin sulit memutus rantai kemiskinan.
“Inilah lingkaran setan! Sanitasi buruk bikin sakit, sakit bikin miskin, miskin bikin tidak bisa perbaiki sanitasi. Negara harus hadir memutus ini,” tegas Fahri dalam acara bertajuk “Sanitasi dan Keadilan Sosial” di Jakarta, Selasa (26/8).
Data Sanitasi yang Memprihatinkan
Berdasarkan data yang ia ungkap, masih ada jutaan keluarga Indonesia yang belum memiliki akses ke sanitasi layak. Mereka terpaksa menggunakan air tercemar untuk kebutuhan sehari-hari dan hidup di lingkungan dengan drainase buruk yang memicu banjir dan wabah penyakit.
Fahri menyebutkan, anak-anak menjadi korban terbanyak. Diare, disentri, dan stunting masih banyak terjadi akibat sanitasi dan air bersih yang tidak memadai.
Tuntutan untuk Intervensi Negara
Fahri mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk membuat gerakan nasional perbaikan sanitasi. Menurutnya, hal ini tidak bisa diselesaikan secara sektoral, tetapi perlu pendekatan menyeluruh yang melibatkan semua pihak.
“Jangan hanya bangun infrastruktur mahal, tapi abaikan saluran drainase dan air bersih untuk rakyat kecil. Ini soal nyawa dan masa depan bangsa,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan mendorong pemerintah agar mengalokasikan anggaran yang memadai untuk perbaikan sanitasi, terutama di daerah kumuh dan terpencil.
Red (ar/ar)
