
SENTRA JATENG – Sebuah kisah pilu datang dari seorang perempuan di China yang membeberkan strateginya menghindari hukuman penjara: hamil tiga kali dalam empat tahun. Cerita ini menyoroti dampak kejam dari aturan pemerintah China yang masih memberlakukan sanksi keras bagi pelanggar kebijakan populasi.
Hamil Jadi Tameng Hukum
Perempuan yang hanya disebutkan dengan nama samaran “Mei” (32) itu bercerita, ia sengaja hamil berulang kali untuk menghindari penahanan dan hukuman penjara. Aturan setempat mengecualikan perempuan hamil dan menyusui dari penjara, celah hukum inilah yang dimanfaatkan Mei dan banyak perempuan lain.
“Saya tahu ini melelahkan dan berisiko, tapi itu lebih baik daripada dipisahkan dari keluarga dan dipenjara. Setiap kali surat perintah datang, saya berusaha hamil,” ujar Mei dalam wawancara eksklusif dengan media internasional, Senin (26/8).
Dampka Psikologis dan Fisik yang Parah
Kehamilan berulang dalam waktu singkat telah meninggalkan dampak serius pada kesehatan fisik dan mental Mei. Ia mengaku mengalami depresi, kelelahan kronis, serta tekanan ekonomi akibat harus mengurus tiga anak kecil dengan penghasilan suami yang pas-pasan.
Namun, ia merasa tidak punya pilihan lain. “Laparilah daripada dipenjara. Setidaknya saya masih bisa melihat anak-anak saya tumbuh,” tambahnya lirih.
Kebijakan yang Menuai Kritik Global
Kasus Mei bukanlah yang pertama. Laporan LSM HAM internasional menyebutkan, praktik serupa masih terjadi di beberapa daerah di China, menyusul diberlakukannya aturan ketat untuk mengontrol populasi.
Kebijakan ini terus menuai kecaman dari berbagai pihak yang menilai aturan tersebut telah melanggar hak reproduksi perempuan dan hak asasi manusia.
“Pemerintah China harus mengkaji ulang aturan ini. Memaksa perempuan hamil hanya untuk menghindari penjara adalah bentuk pelanggaran HAM yang nyata,” tegas seorang juru kampanye dari Amnesty International.
Kisah Mei menjadi bukti kelam betapa kebijakan suatu negara bisa memaksa warganya membuat keputusan tragis untuk sekadar bertahan hidup.
Red (ar/ar)
