
SENTRA JATENG – Pernah bertanya-tanya mengapa Jensen Huang, CEO NVIDIA, justru memilih jurusan Fisika ketimbang Teknik Informatika atau Ilmu Komputer? Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan mengapa latar belakang fisika justru menjadi fondasi kritikal untuk kemajuan teknologi masa depan, termasuk AI dan komputasi kuantum.
Fisika: Fondasi Inovasi Teknologi Tertinggi
Prof. Dr. Ahmad Susanto, Guru Besar Fisika IPB, menegaskan bahwa fisika bukan hanya tentang teori dan rumus, melainkan ilmu yang melatih pola pikir sistematis, analitis, dan kemampuan menyelesaikan masalah kompleks—keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan teknologi mutakhir.
“Fisika mengajarkan kita untuk memahami hukum dasar alam, dari partikel subatom hingga kosmos. Pemahaman ini adalah kunci untuk menciptakan terobosan teknologi, seperti chip AI yang dibuat NVIDIA atau komputasi kuantum,” ujar Prof. Ahmad dalam webinar “Physics for Future Technology”, Rabu (27/8).
Mengapa CEO NVIDIA Pilih Fisika?
Jensen Huang sering mengatakan bahwa fisika memberinya kemampuan untuk melihat masalah dari tingkat paling fundamental. Ini yang memungkinkannya memimpin NVIDIA dalam menciptakan prosesor grafis (GPU) yang menjadi tulang punggung AI modern.
“Orang fisika terbiasa dengan masalah yang belum ada solusinya. Mereka diajak berimajinasi dan berinovasi. Inilah yang membuatnya sukses di dunia tech,” tambah Prof. Ahmad.
Manfaat Fisika di Era AI dan Komputasi Kuantum
- AI dan Machine Learning: Konsep fisika seperti mekanika statistik dan teori informasi adalah dasar dari algoritma AI.
- Komputasi Kuantum: Hanya bisa dipahami dengan mendalam melalui mekanika kuantum.
- Energi dan Sustainability: Teknologi baterai dan energi terbarukan lahir dari riset material fisika.
- Advanced Manufacturing: Nanomaterial dan fisika laser mendorong produksi chip yang lebih kecil dan cepat.
Pesan untuk Calon Mahasiswa
Prof. Ahmad menekankan bahwa jurusan fisika membuka pintu karir yang sangat luas, tidak hanya di akademisi, tetapi juga di industri tech, finansial, energi, bahkan startup.
“Jangan ragu pilih fisika. Ini adalah jurusan yang mengajarkan Anda bagaimana berpikir, bukan sekadar menghafal. Skill ini tidak akan pernah tergantikan oleh AI,” pesannya.
Red (ar/ar)
