
SENTRA JATENG – Jalan tol sering dianggap sebagai ruas jalan yang aman dan nyaman, namun justru kelengahan dan kebiasaan sepele pengemudi bisa memicu kecelakaan fatal. Pakar keselamatan berkendara mengungkap sejumlah kebiasaan berbahaya yang sering diabaikan pengendara di tol.
5 Kebiasaan Sepele yang Berisiko Tinggi di Jalan Tol
Budi Setiyono, Instruktur Safety Driving, membeberkan lima kebiasaan yang sering dianggap remeh namun berpotensi menyebabkan kecelakaan:
- Terlalu Lama Melaju di Lajur Kanan
Banyak pengemudi menempatkan kendaraan di lajur kanan secara terus-menerus, padahal lajur tersebut hanya untuk mendahului. Hal ini memicu kemacetan dan risiko tabrakan dari belakang. - Menyalakan Lampu Hazard Saat Hujan
“Ini salah kaprah! Lampu hazard justru membingungkan pengendara lain karena tidak ada tanda sein yang jelas. Cukup nyalakan lampu utama dan reduz kecepatan,” tegas Budi. - Menggunakan Ponsel saat Mengemudi
Sekali pun menggunakan handsfree, konsentrasi tetap terpecah. Risiko kecelakaan meningkat drastis saat perhatian pengemudi tidak fokus. - Tidak Menjaga Jarak Aman
Jarak aman 3-4 detik dari kendaraan depan sering diabaikan, terutama saat kondisi padat. Akibatnya, saat terjadi pengereman mendadak, tabrakan beruntun sulit dihindari. - Tidak Memeriksa Kendaraan Sebelum Masuk Tol
Ban aus, rem blong, atau mesin overheating sering terjadi karena pengemudi malas melakukan pengecekan singkat sebelum perjalanan.
Data Kecelakaan di Jalan Tol
Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Polri, 40% kecelakaan di tol disebabkan oleh human error seperti kelelahan, kurang konsentrasi, dan kebiasaan berkendara yang buruk.
“Kesadaran dan kedisiplinan adalah kunci utama. Selalu patuhi aturan dan antisipasi kesalahan pengendara lain,” imbau Budi.
Red (ar/ar)
