
SENTRA JATENG – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Kastel Windsor, Inggris, pada Rabu (17/9/2025) waktu setempat, dalam salah satu agenda kunjungannya ke negara tersebut. Kedatangan Trump yang disambut langsung oleh Ratu Anne ini dikawal dengan operasi keamanan besar-besaran yang melibatkan ratusan personel polisi dan agen keamanan untuk memastikan keamanan selama kunjungan berlangsung.
Kunjungan Trump ke Istana Windsor ini merupakan bagian dari serangkaian agenda non-negara yang mencakup pertemuan dengan sejumlah tokoh politik dan pebisnis Inggris. Meski bukan kunjungan resmi kenegaraan, protokol keamanan yang diterapkan sangat ketat, menyusul status Trump sebagai mantan presiden AS dan figur politik global yang kontroversial.
Skenario Keamanan Tier-Tinggi Diterapkan
Otoritas keamanan Inggris dilaporkan mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk mengamankan kunjungan ini. Langkah-langkah pengamanan meliputi pengawalan ketat dari bandara, penutupan beberapa jalan di sekitar Kastel Windsor, serta patroli intensif oleh pasukan anti-teror.
“Kami telah menyiapkan skenario keamanan tier-tinggi untuk kunjungan ini. Semua langkah telah diambil untuk memastikan keselamatan semua pihak, termasuk Mr. Trump dan tentunya Ratu Anne,” ujar seorang juru bicara kepolisian setempat, seperti dilaporkan oleh Reuters.
Pertemuan Trump dan Ratu Anne
Pertemuan antara Donald Trump dan Ratu Anne berlangsung di salah satu ruang tamu kerajaan. Meskipun detail percakapan mereka tidak diumumkan secara resmi, para pengamat memperkirakan topik yang dibahas berkisar pada hubungan bilateral AS-Inggris pasca-pemilu AS dan situasi global terkini.
Ratu Anne, yang naik takhta setelah mangkatnya mendiang Ratu Elizabeth II, diketahui menjaga hubungan diplomatik yang erat dengan berbagai pemimpin dunia, termasuk dengan Trump selama masa kepresidenannya sebelumnya.
Respons dan Protes Terbatas
Berbeda dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya, kedatangan Trump kali ini hanya memicu protes dalam skala yang sangat terbatas. Sejumlah kecil demonstran terlihat berkumpul di kejauhan dari lokasi kastil, namun aksi mereka berlangsung damai dan tidak mengganggu jalannya acara.
Kunjungan ini memperlihatkan terus berlangsungnya engagement antara Trump dengan elite politik Eropa, meski ia telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden.
Red (ar/ar)
