
SENTRA JATENG – Pemeriksaan kesehatan jantung kerap kali baru dilakukan seseorang ketika telah memasuki usia paruh baya atau setelah muncul gejala. Padahal, para ahli jantung kini semakin menekankan pentingnya melakukan skrining dan pemeriksaan jantung secara lebih dini, bahkan sejak usia muda, sebagai langkah antisipatif untuk mencegah penyakit mematikan ini.
Pandangan reaktif ini dinilai berbahaya karena penyakit kardiovaskular sering berkembang secara diam-diam (silent killer) tanpa menunjukkan gejala yang jelas hingga mencapai tahapan yang serius. Perubahan gaya hidup modern yang cenderung kurang sehat juga mempercepat faktor risikonya.
Mengapa Harus Lebih Awal? Menangkal Silent Killer
Penyakit jantung tidak lagi hanya menyerang kelompok lanjut usia. Prevalensi serangan jantung dan gangguan kardiovaskular lainnya pada usia produktif (30-40 tahun) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Jangan menunggu sampai ada gejala seperti nyeri dada atau sesak napas. Pada banyak kasus, gejala pertama itu justru adalah serangan jantung itu sendiri, yang bisa berakibat fatal. Deteksi dini bertujuan untuk mencegahnya sampai ke titik itu,” jelas seorang Kardiolog dari Rumah Sakit Jantung Nasional, dr. Aditya Pradana, Sp.JP, seperti dikutip dari publikasi kesehatan, Senin (22/9/2025).
Siapa Saja yang Perut Skrining Dini?
Para ahli merekomendasikan skrining jantung lebih awal, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tertentu. Faktor risiko tersebut meliputi:
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung
- Gaya hidup sedentari (kurang gerak)
- Kebiasaan merokok
- Pola makan tidak sehat
- Obesitas
- Hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi
- Stres berlebihan
“Jika Anda memiliki satu atau lebih dari faktor-faktor tersebut, tidak ada kata terlalu muda untuk memeriksakan jantung. Pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, dan EKG dapat memberikan gambaran awal yang sangat berharga,” tambah dr. Aditya.
Jenis Pemeriksaan dan Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Pemeriksaan jantung dini tidak selalu mahal atau rumit. Pemeriksaan dimulai dari yang paling dasar seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula dan kolesterol darah, hingga elektrokardiogram (EKG). Untuk mereka dengan risiko lebih tinggi, pemeriksaan lanjutan seperti Treadmill Test atau Echo Jantung dapat direkomendasikan oleh dokter.
Menginvestasikan waktu dan biaya untuk pemeriksaan dini ini pada akhirnya jauh lebih baik dibandingkan harus menanggung biaya pengobatan yang besar dan konsekuensi kesehatan yang serius di kemudian hari. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari penerapan gaya hidup sehat yang bertanggung jawab.
Red (ar/ar)
