dok. izzatun najibah/KOMPAS

SENTRA JATENG  – Kepolisian Resor (Polres) Sidoarjo resmi menghentikan operasi pencarian korban dalam tragedi ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Senin (29/9/2025) sore. Kepastian ini disampaikan setelah tim gabungan berhasil mengevakuasi seluruh santri yang tertimbun reruntuhan.

Kapolres Sidoarjo AKBP Rudi Haryanto mengonfirmasi total korban jiwa sebanyak 10 orang. “Total korban meninggal dunia sebanyak 10 orang. Semuanya sudah teridentifikasi. Untuk korban luka ada 6 orang, dan sudah tidak ada lagi korban yang tertimbun,” tegas Rudi dalam konferensi persnya, seperti dikutip Kompas.com.

Daftar Lengkap 10 Korban Meninggal

Berikut adalah identitas kesepuluh santri yang menjadi korban jiwa dalam insiden ambruknya asrama Ponpes Al-Khoziny di Desa Bendungan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo:

  1. M. Khoirul Anam (15 tahun), asal Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
  2. A. Faisol (16 tahun), asal Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
  3. Zaini (17 tahun), asal Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
  4. M. Faisol (17 tahun), asal Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
  5. M. Rizal (16 tahun), asal Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
  6. Zainuri (16 tahun), asal Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
  7. Abdul Gofur (18 tahun), asal Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
  8. M. Nasihul Umam (16 tahun), asal Desa Banyuates, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
  9. Ahmad Zaini (17 tahun), asal Desa Asem Jaran, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.
  10. M. Faisol (17 tahun), asal Desa Asem Jaran, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Dari data tersebut, terlihat dengan jelas bahwa 8 dari 10 korban berasal dari Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura.

Penghentian Operasi Pencarian

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan yang melibatkan polisi, TNI, Basarnas, BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI), dan relawan, dinyatakan selesai pada pukul 18.30 WIB. Pernyataan resmi juga datang dari Plt Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Zakarias Lumban.

“Kami pastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun di lokasi kejadian,” ujar Zakarias Lumban saat dikonfirmasi terpisah.

Korban Sempat Hilang Ditemukan

Sebelumnya, satu santri bernama M. Faisol (17) asal Camplong, Sampang, sempat dilaporkan hilang dan menjadi fokus pencarian pada hari kedua. Santri tersebut akhirnya berhasil ditemukan oleh tim evakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sehingga melengkapi daftar 10 korban jiwa yang telah diumumkan oleh kepolisian.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X