
SENTRA JATENG – Sebanyak 150 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan rapat pansus hak angket di Gedung DPRD Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Kamis (2/10/2025). Pengamanan ketat ini dilakukan untuk mencegah terulangnya bentrokan antar-massa seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kapolres Nias Selatan AKBP Yudha Kurniawan, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan. Dia memastikan bahwa situasi di dalam dan luar gedung dewan kondusif selama rapat berlangsung. “Kita lakukan pengamanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Alhamdulillah rapat berjalan lancar,” ujar Yudha ketika dikonfirmasi.
Pengerahan Pasukan Pengamanan
Pengamanan dilakukan secara berlapis. Personel dari Polres Nias Selatan dibantu oleh Brimob Polda Sumatera Utara dan sejumlah polisi dari polsek jajaran diterjunkan. Mereka menutup akses masuk ke gedung DPRD dan membatasi mobilisasi massa dari kedua kubu yang berseteru.
“Kita tutup sementara akses masuk ke gedung DPRD. Hanya orang-orang tertentu yang berkepentingan saja yang boleh masuk, seperti anggota pansus dan pimpinan DPRD,” jelas AKBP Yudha. Rapat pansus hak angket yang digelar secara tertutup ini pun berjalan lancar dan kondusif di bawah pengawalan ketat aparat.
Latar Belakang Pengerahan Pengamanan
Pengerahan pasukan dalam skala besar ini bukan tanpa alasan. Insiden bentrokan pernah terjadi pada 23 September 2025 silam, ketika massa dari dua kelompok yang berseteru sempat berhadap-hadapan di lokasi yang sama. Saat itu, aparat kepolisian harus melakukan upaya negosiasi dan pembubaran untuk mencegah kericuhan yang lebih besar.
Rapat pansus hak angket DPRD Nias Selatan sendiri menuai perhatian publik karena menyangkut dugaan maladministrasi dalam proses penganggaran di lingkungan pemerintah daerah. Pansus dibentuk untuk menyelidiki persoalan ini, yang berpotensi menjatuhkan sikap tidak percaya terhadap eksekutif.
Rapat Berjalan Lancar dan Kondusif
Berbeda dengan situasi sebelumnya, rapat kali ini berhasil diselenggarakan dengan tertib. “Tidak ada kerumunan massa yang berarti di luar gedung. Pengamanan kita lakukan sejak pagi hingga rapat selesai,” tambah Kapolres.
Langkah pre-emptif yang dilakukan Polres Nias Selatan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena dinilai berhasil menciptakan ruang yang aman bagi proses demokrasi di daerah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Gedung DPRD Nias Selatan dilaporkan已经完全恢复正常 (telah sepenuhnya kembali normal).
Red (ar/ar)
