dok. Pemkot Semarang

SENTRA JATENG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar ajang Debat Mahasiswa antar universitas se-Kota Semarang sebagai upaya strategis mendorong generasi muda agar lebih kritis dan peduli terhadap kebijakan publik. Acara yang berlangsung di Ayarda Hotel Semarang pada Selasa (7/10/2025) ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu, dalam sambutannya menekankan bahwa ruang partisipasi bagi kaum muda harus terus dibuka lebar. “Kami ingin mendengar suara kritis anak muda. Melalui debat ini, kami harap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembuatan kebijakan di Kota Semarang,” ujar Hevearita, yang akrab disapa Ita.

Mengasah Kemampuan Analisis Kebijakan Publik

Debat yang mengangkat tema-tema aktual seperti penanganan sampah, transformasi digital UMKM, dan strategi mengatasi kemacetan ini dirancang untuk mengasah kemampuan analisis mahasiswa. Mereka ditantang tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menawarkan solusi yang konkret dan aplikatif.

“Kami sengaja memilih topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga Semarang. Tujuannya, agar mahasiswa bisa memberikan perspektif segar dan ide-ide inovatif yang mungkin belum terpikirkan oleh pemerintah,” jelas Bambang Prasetyo, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, yang menjadi penyelenggara acara.

Membangun Kultur Diskusi yang Sehat dan Konstruktif

Selain bertujuan melatih nalar kritis, acara ini juga diharapkan dapat membangun kultur diskusi yang sehat di kalangan pemuda. Para peserta debat dinilai tidak hanya dari kekuatan argumentasinya, tetapi juga dari cara menyampaikan pendapat, menghormati lawan bicara, dan kemampuan bekerja sama dalam tim.

Salah seorang peserta, Rizki Ananda dari Universitas Diponegoro, mengaku sangat antusias. “Ini kesempatan langka dimana kami bisa berdialog langsung dengan pemangku kebijakan. Suara kami didengar, dan kami juga belajar untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang,” ujarnya usai acara.

Komitmen Berkelanjutan Pemkot Semarang

Pemkot Semarang berkomitmen untuk tidak berhenti pada acara seremonial belaka. Pemerintah berjanji akan menindaklanjuti ide-ide terbaik yang lahir dari debat ini dengan mempertimbangkannya dalam perencanaan program kerja kedepannya.

“Beberapa usulan brilliant dari mahasiswa hari ini, seperti aplikasi pelaporan sampah real-time dan program magang tematik untuk UMKM, akan kami kaji lebih lanjut untuk kemungkinan diimplementasikan. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan kampus,” pungkas Wali Kota Ita. Langkah ini diharapkan dapat memacu lebih banyak lagi pemuda Semarang untuk turut serta membangun kotanya.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X