dok. labib zamani/KOMPAS

SENTRA JATENG  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menargetkan kunjungan sebanyak 7,1 juta wisatawan sepanjang tahun 2025. Angka ini terdiri dari 200 ribu wisatawan mancanegara (wisman) dan 6,9 juta wisatawan nusantara (wisnus). Untuk mencapainya, strategi pariwisata akan difokuskan pada penguatan sektor unggulan, dengan wisata religi sebagai salah satu pionir utama.

“Kita punya kekuatan yang sangat besar di wisata religi. Cukup dengan mengoptimalkan potensi yang ada, seperti Gusjigang di Kudus, kita bisa menarik minat wisatawan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah di Semarang, Selasa (21/10/2025). Rapat tersebut membahas langkah konkret untuk memastikan target kunjungan tercapai.

Gusjigang Kudus sebagai Lokomotif Utama

Sumarno menjelaskan bahwa konsep Gusjigang yang berasal dari Kudus—merupakan akronim dari bagus (akhlak), ngaji (religi), dan dagang (ekonomi)—telah terbukti menjadi daya tarik wisata yang komprehensif. Konsep ini tidak hanya menawarkan wisata ziarah ke makam Sunan Kudus, tetapi juga menyuguhkan pengalaman budaya dan ekonomi kreatif yang unik.

“Gusjigang ini luar biasa. Di sana, wisatawan bisa berziarah, sekaligus belajar kewirausahaan dan membeli oleh-oleh khas. Ini adalah paket wisata yang lengkap dan penuh makna,” jelasnya lebih lanjut. Pengembangan kawasan Gusjigang akan terus dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan daya tariknya bagi pengunjung.

Strategi Pengembangan Desa Wisata dan Event

Selain wisata religi, Pemprov Jateng juga akan menggenjot pengembangan desa wisata dan event budaya sebagai penopang target. Saat ini, Jawa Tengah telah memiliki 1.326 desa wisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Masing-masing desa wisata diharapkan dapat berkontribusi menarik kunjungan dengan keunikan dan kekayaan lokalnya.

“Setiap daerah punya ciri khas. Mulai dari desa wisata di kawasan Borobudur, Kampung Batik di Laweyan Solo, hingga desa wisata alam di Dataran Tinggi Dieng. Ini semua adalah aset yang harus kita hidupkan dan promosikan secara masif,” tambah Sumarno. Berbagai event budaya dan festival juga akan digelar secara berkelanjutan untuk menciptakan pull factor bagi wisatawan.

Sinergi Pemangku Kepentingan dan Dampak Ekonomi

Pemerintah menekankan bahwa pencapaian target ini membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat. Penguatan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan fasilitas umum di destinasi wisata, akan terus menjadi prioritas.

Dengan tercapainya target 7,1 juta wisatawan, Pemprov Jateng memperkirakan akan terjadi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan penjualan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), okupansi hotel, dan lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Wisata religi, dengan jangkauan pasarnya yang luas dan dalam negeri, diharapkan menjadi pengungkit utama perekonomian lokal.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X