
SENTRA JATENG – Sebuah tebing setinggi sekitar 15 meter di kawasan Permandian Kalianget, Kabupaten Wonosobo, tiba-tiba runtuh dan menghancurkan sebuah rumah warga, Rabu (23/10/2025) dini hari. Material tanah dan batu yang longsor menimpa rumah milik Sukamto (52), yang nyaris merenggut nyawa sang istri, Sukati (50), yang sedang tidur di dalam.
Kejadian mengerikan itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap. Sukati, sang istri, berhasil menyelamatkan diri dengan cara yang hampir mustahil. “Saya sedang tidur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang sangat keras. Saya langsung lari ke arah pintu, dan sepersekian detik kemudian reruntuhan sudah menimpa tempat tidur saya,” kisah Sukati, yang masih tampak trauma.
Kronologi dan Upaya Penyintasan
Sukamto, sang suami, mengungkapkan detik-detik mengerikan saat rumahnya rata dengan tanah. “Waktu itu saya sedang tidak ada di rumah, sedang merantau. Istri saya yang ada di dalam. Dia bisa selamat karena reflek lari begitu dengar suara gemuruh dari tebing. Tempat tidurnya hancur tertimpa batu besar,” tutur Sukamto, sambil menunjukkan puing-puing rumahnya yang hancur total.
Material longsoran yang didominasi oleh tanah dan batu-batu besar itu tidak hanya meratakan rumahnya, tetapi juga merusak satu unit rumah lain milik tetangganya dan sebuah musala. Warga setempat langsung berkerumun dan panik mendengar suara ledakan dahsyat dari runtuhnya tebing.
Respons Cepat BPBD dan Tim Evakuasi
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo dengan cepat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assesmen dan memastikan tidak ada korban jiwa yang tertimbun. “Kami sudah melakukan pemantauan dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri,” jelas Dwi Hartanto, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo.
Hartanto menambahkan, pihaknya telah memasang garis polisi dan tanda peringatan di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekati zona rawan yang masih berpotensi longsor susulan. “Kami imbau warga untuk tetap waspada, terutama dengan kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini,” pesannya.
Penyebab Diduga Akibat Curah Hujan Tinggi
Meskipun penyebab pasti masih diselidiki, dugaan sementara BPBD mengarah pada kondisi cuaca ekstrem. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Wonosobo dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama ketidakstabilan lereng tebing tersebut.
Keluarga Sukamto kini terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah saudara. Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah setempat untuk dapat membangun kembali tempat tinggalnya, sambil berdoa agar musibah serupa tidak terulang lagi dan merenggut korban jiwa.
Red (ar/ar)
