
SENTRA JATENG – Penyidik kepolisian Prancis mengumumkan perkembangan signifikan dalam kasus pencurian liontin zamrud bersejarah dari Museum Louvre awal bulan ini. Tim forensik berhasil mengidentifikasi jejak DNA yang diduga kuat berasal dari pelaku pencurian berani yang mengguncang dunia seni internasional tersebut.
Jejak biologis itu ditemukan pada titik tertentu di dalam vitrine (lemari pajang) yang sebelumnya menyimpan liontin zamrud abad ke-16 yang sangat berharga. “Kami telah menemukan dan mengamankan materi biologis di tempat kejadian perkara. Saat ini, analisis forensik sedang dilakukan untuk mencocokkan profil DNA tersebut dengan database yang kami miliki,” ujar seorang sumber dalam penyidikan yang enggan disebutkan namanya, Rabu (23/10/2025).
Kronologi Pencurian yang Masih Misterius
Pencurian terjadi pada awal Oktober 2025, di mana seorang atau sekelompok pelaku berhasil mengambil sebuah liontin zamrud langka dari ruang pamer tetap Louvre tanpa memicu alarm. Karya seni yang dicuri adalah liontin berhiaskan zamrud besar dengan latar belakang emas, yang berasal dari masa Renaissance dan memiliki nilai sejarah yang tak ternilai.
Yang membuat otoritas kebingungan adalah metode pencurian yang sangat terampil dan berani, mengingat Museum Louvre merupakan salah satu museum dengan sistem keamanan paling ketat di dunia. Hingga saat ini, pihak museum masih enggan mengomentari celah keamanan yang dieksploitasi oleh para pencuri.
Jejak DNA Jadi Petunjuk Utama
Temuan jejak DNA ini kini menjadi petunjuk paling konkret yang dimiliki oleh kepolisian Prancis, yang selama beberapa pekan terakhir kesulitan melacak pelaku. Para penyelidik menduga, pelaku mungkin tanpa sengaja meninggalkan jejak biologis seperti rambut, kulit, atau partikel lainnya saat membobol lemari pajang yang terkunci.
“Temuan ini adalah terobosan. Jika profil DNA tersebut cocok dengan seseorang yang sudah tercatat dalam sistem, atau jika kami mendapatkan tersangka, DNA ini akan menjadi bukti yang sangat kuat di pengadilan,” tambah sumber kepolisian tersebut.
Penyelidikan Internasional Diperluas
Mengingat nilai dan karakteristik unik dari liontin yang dicuri, kepolisian Prancis telah memperluas jaringannya dengan mengoordinasikan penyelidikan melalui Interpol serta jaringan otoritas kepolisian di negara-negara lain. Mereka mewaspadai kemungkinan benda bersejarah itu telah diselundupkan keluar Prancis untuk dijual di pasar gelap karya seni internasional.
Dengan ditemukannya bukti DNA ini, harapan untuk mengungkap kasus pencurian spektakuler ini dan mengembalikan warisan budaya yang hilang kembali membesar. Publik dan komunitas seni dunia kini menanti hasil analisis lebih lanjut dari tim forensik Prancis.
Red (ar/ar)
