Foto: AFP/DANIEL SLIM

Sentra Jateng – Kecelakaan pesawat American Airlines 587 yang terjadi pada 12 November 2001, menjadi salah satu tragedi penerbangan yang paling mencengangkan dalam sejarah penerbangan Amerika Serikat. Pesawat jenis Airbus A300 yang mengangkut 260 orang, jatuh di Queens, New York, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK). Kejadian ini menyebabkan seluruh penumpang dan awak pesawat tewas.

Penyebab utama dari kecelakaan ini adalah kerusakan struktural pada sayap pesawat dan mesin yang terpisah dari badan pesawat. Dalam investigasi yang dilakukan, ditemukan bahwa pesawat tersebut mengalami turbulensi dari sayap yang menyebabkan kerusakan pada sistem pengendalian pesawat. Ketegangan yang terjadi saat pesawat berusaha untuk mengendalikan arah menyebabkan mesin dan sayap pesawat terpisah, yang berujung pada kecelakaan fatal tersebut.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa beberapa faktor teknis dan prosedural, termasuk masalah dengan desain pesawat dan kesalahan operasional, turut berkontribusi terhadap tragedi ini. Investigasi juga mengungkapkan bahwa turbulensi yang terjadi setelah lepas landas dapat menambah beban pada struktur pesawat yang sudah lemah.

Tragedi ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan penerbangan dan bagaimana setiap aspek teknis dari pesawat harus diawasi dengan ketat. Meskipun kejadian tersebut telah terjadi lebih dari dua dekade yang lalu, pelajaran yang diambil dari kecelakaan American Airlines 587 tetap menjadi referensi penting dalam dunia penerbangan modern.

(ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X