
Jakarta, 23 April 2025 | Sentra Jateng — Aktris senior Luna Maya kembali mencuri perhatian publik lewat keterlibatannya dalam proyek film terbaru bertajuk Gundik. Namun menariknya, kemunculan awal Luna dalam teaser film tersebut justru sempat menimbulkan salah paham. Banyak warganet yang menduga ia memerankan seorang perampok, padahal ia justru mengambil peran utama sebagai seorang gundik.
Dalam sesi wawancara dengan Kompas.com, Luna Maya mengaku tak menyangka bahwa penampilannya di teaser film tersebut bisa menimbulkan spekulasi yang jauh dari kenyataan. “Banyak yang pikir saya jadi perampok karena tampilannya agak misterius. Padahal aslinya saya jadi gundik,” ujar Luna sambil tertawa, Rabu (23/4/2025).
Film Gundik mengangkat kisah sejarah yang cukup sensitif namun penting untuk diangkat. Cerita ini menggambarkan kehidupan para perempuan yang menjadi gundik (selir) pada masa kolonial Belanda. Luna Maya didapuk memerankan tokoh utama, seorang perempuan pribumi yang menjadi gundik pejabat tinggi Belanda, namun memiliki pengaruh besar dalam dinamika sosial di masanya.
Luna mengatakan bahwa peran ini sangat menantang sekaligus menarik. Ia harus mendalami karakter yang sarat emosi dan dilema moral. “Peran ini butuh riset mendalam, karena selain menyentuh isu sejarah, juga bicara tentang perasaan manusia yang kompleks,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa proyek film ini merupakan salah satu yang paling serius ia jalani dalam beberapa tahun terakhir. Ia merasa tertantang untuk menampilkan sosok gundik tidak hanya sebagai simbol seksual, tetapi juga sebagai figur perempuan kuat yang berjuang dalam keterbatasan zamannya.
“Film ini bukan hanya soal romansa atau sejarah, tapi lebih kepada bagaimana kita melihat ulang posisi perempuan di masa lalu yang sering terpinggirkan,” tambah Luna.
Sutradara film Gundik, Yosep Anggi Noen, mengatakan bahwa Luna dipilih karena memiliki karisma dan kedalaman emosi yang dibutuhkan untuk karakter ini. “Luna membawa nuansa berbeda. Kami butuh sosok yang mampu menghidupkan karakter gundik sebagai perempuan cerdas, tangguh, dan penuh konflik,” ujarnya.
Film ini dijadwalkan tayang perdana pada pertengahan 2025 dan saat ini tengah dalam tahap post-produksi. Penonton diharapkan bisa melihat sisi lain dari sejarah kolonial melalui lensa yang lebih manusiawi dan empatik.
(ar/ar)
