
Forum Purnawirawan TNI Desak Penggantian Gibran, Ini Respons Wiranto
SENTRA JATENG – Isu politik kembali menghangat menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Salah satu sorotan datang dari Forum Purnawirawan TNI yang secara terbuka menyuarakan desakan agar Gibran Rakabuming Raka diganti dari posisinya sebagai wakil presiden terpilih. Langkah ini menimbulkan beragam tanggapan, termasuk dari tokoh senior seperti Wiranto.
1. Latar Belakang Tuntutan Penggantian Gibran
Forum Purnawirawan TNI menyatakan kekhawatiran terhadap proses pencalonan Gibran dalam Pilpres 2024. Mereka menilai pencalonan putra Presiden Jokowi tersebut menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap proses demokrasi, khususnya setelah munculnya polemik putusan Mahkamah Konstitusi yang dianggap kontroversial.
2. Alasan dan Seruan Moral
Dalam pernyataannya, forum tersebut menyebut bahwa langkah ini bukan sekadar manuver politik, melainkan panggilan moral untuk menjaga integritas demokrasi dan institusi negara. Mereka menyerukan agar presiden terpilih mempertimbangkan ulang posisi wakil presiden sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada rakyat.
3. Wiranto Angkat Bicara
Menanggapi desakan tersebut, tokoh senior TNI dan mantan Menko Polhukam, Wiranto, memberikan pernyataan yang menyejukkan. Ia meminta agar semua pihak menghormati proses demokrasi yang telah berlangsung dan menahan diri untuk tidak memperkeruh suasana menjelang transisi pemerintahan.
4. “Hargai Pilihan Rakyat”
Wiranto menegaskan bahwa hasil Pemilu 2024 sudah melalui proses yang sah dan sesuai konstitusi. “Kalau ada ketidakpuasan, salurkan melalui mekanisme hukum. Jangan membuat kegaduhan yang justru merugikan negara,” ujar Wiranto dalam keterangannya kepada media.
5. Reaksi Publik Terbelah
Pernyataan Forum Purnawirawan TNI memicu reaksi beragam. Sebagian publik mendukung langkah tersebut sebagai bentuk pengawasan terhadap kekuasaan, sementara yang lain menganggap desakan itu terlalu politis dan cenderung mengintervensi hasil demokrasi yang sudah ditetapkan.
6. Posisi Gibran Tetap Kuat
Hingga saat ini, tidak ada sinyal dari KPU maupun institusi terkait untuk menanggapi desakan tersebut secara hukum. Gibran sendiri belum memberikan tanggapan resmi, namun beberapa sumber internal menyebut bahwa ia tetap fokus menjalankan tugas hingga pelantikan.
7. Potensi Ketegangan Jelang Pelantikan
Desakan seperti ini menambah dinamika politik nasional menjelang pelantikan presiden dan wapres. Beberapa pengamat memperkirakan kemungkinan munculnya gelombang protes kecil, meskipun skala dan dampaknya diprediksi tidak signifikan terhadap proses pelantikan.
8. Penutup: Demokrasi Perlu Keseimbangan
Isu ini menunjukkan bahwa demokrasi tidak berhenti pada pemilu, tapi berlanjut dalam pengawasan dan dialog publik. Namun, keseimbangan antara kritik dan penghormatan terhadap hasil demokrasi tetap harus dijaga agar stabilitas negara tetap terjaga.
(ar/ar)
