Foto: Shela Octavia/Kompas

Sentra Jateng – Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri secara terbuka menyentil isu “gonjang-ganjing” ijazah yang kembali mencuat dalam dinamika politik Indonesia. Dalam acara temu warga di Kota Semarang, Ketua Umum PDIP itu menyatakan sikap tegasnya: “Kalau ada (ijazah) yang bermasalah, ya kasih saja! Tapi jangan sampai rakyat dirugikan.” Pernyataan ini disampaikan di hadapan ratusan peserta yang memadati Balai Kota Semarang, menyusul ramainya perdebatan publik soal validitas dokumen pendidikan sejumlah tokoh politik.

Megawati: “Jangan Jadikan Ijazah Alat Politik”

Megawati menegaskan bahwa ijazah seharusnya menjadi bukti kompetensi, bukan alat untuk meraih kekuasaan. “Saya dari dulu selalu bilang, kejujuran itu nomor satu. Kalau ada yang merasa ijazahnya tidak jelas, lebih baik diklarifikasi daripada jadi bahan perpecahan,” ujarnya. Menurutnya, polemik ijazah yang kerap muncul sebelum pemilu hanya mengalihkan perhatian dari persoalan mendesak seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial.

Polemik Ijazah: Dari Kasus Klasik Hingga Viral

Isu ijazah palsu atau tidak sah bukan kali pertama menjadi sorotan. Sejak era reformasi, puluhan kasus serupa telah menyeret nama politisi, pejabat, hingga selebritas. Namun, Megawati menilai fenomena ini kian mengkhawatirkan karena kerap dipolitisasi untuk menjatuhkan lawan. “Ini bukan soal ijazahnya, tapi niat jahat di baliknya. Rakyat butuh pemimpin yang bekerja, bukan saling hujat,” tambahnya.

Respons Publik: Dukungan dan Kritik

Pernyataan Megawati langsung memantik reaksi beragam. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, membela sang ketua umum: “Ibu Mega hanya mengingatkan agar kita tidak terjebak pada politik identitas. Fokus kita adalah membangun keadilan sosial.” Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Dr. Ahmad Faisal, menilai komentar Megawati adalah kritik halus terhadap praktik kaderisasi yang tidak transparan di tubuh partai politik.

Sentra Jateng Lacak Akar Masalah

Berdasarkan pantauan Sentra Jateng, isu ijazah kembali mencuat setelah beredar dokumen dugaan ketidaksesuaian ijazah seorang calon bupati di Jawa Tengah. Meski belum dikonfirmasi Bawaslu, kasus ini telah menjadi trending topic di media sosial. Megawati sendiri menolak menyebut nama, tetapi pesannya jelas: “Jangan sampai kepercayaan publik hancur karena hal-hal seperti ini.”

(ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X