
Sentra Jateng – Sebanyak 25.000 jemaah haji asal Indonesia terpaksa menjalani perawatan jalan akibat cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi. Suhu di Mekkah dan Madinah mencapai 48-50°C sejak pekan lalu, memicu berbagai masalah kesehatan di kalangan jemaah.
Kondisi Terkini Jemaah Haji
Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI:
✔ 18.000 kasus dehidrasi ringan
✔ 5.200 kasus heat exhaustion (kelelahan panas)
✔ 1.800 kasus tekanan darah tinggi
✔ 12 kasus heat stroke (rawat intensif)
“Kami sudah siagakan 300 tenaga medis tambahan dan membagikan 50.000 paket rehidrasi gratis,” jelas dr. Lilik Kurniawan, Kepala Puskesmas Haji Indonesia di Mekkah.
Lokasi Rawan Kesehatan
Area dengan kasus terbanyak:
- Masjidil Haram (terutama saat tawaf)
- Jalan antara Safa-Marwah
- Tenda Arafah
- Pusat perbelanjaan sekitar haram
Protokol Darurat Panas
Pemerintah Arab Saudi telah mengambil langkah:
- Penyemprotan air di area terbuka
- Pembatasan jam outdoor (10.00-16.00)
- Pendistribusian 2 juta botol air gratis/hari
Imbauan untuk Jemaah
- Hindari aktivitas di luar tenda saat siang
- Minum 5-6 liter air per hari
- Gunakan payung dan krim pelindung UV
- Segera ke klinik jika pusing atau mual
Kesiapan Tim Medis Indonesia
- 50 dokter spesialis siaga 24 jam
- 3 ambulans ber-AC standby
- Stok 10.000 infus cairan elektrolit
“Alhamdulillah belum ada jemaah Indonesia yang meninggal akibat cuaca ini,” tegas Menag Yaqut Cholil Qoumas.
(ar/ar)
