
Sentra Jateng – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang dimiliki Muhammadiyah dalam memperkuat ekosistem ekonomi umat. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam acara Islamic Finance Summit 2025.
“BPRS Muhammadiyah telah menjadi pionir dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang terjangkau dan berkualitas, khususnya di daerah-daerah yang belum tersentuh bank umum,” ujar Mahendra.
5 Kontribusi Nyata BPRS Muhammadiyah
1️⃣ Akses Keuangan Inklusif
- Memiliki 250 cabang di seluruh Indonesia
- 60% nasabah berasal dari kalangan menengah ke bawah
2️⃣ Pendanaan Produktif
- Kredit UMKM syariah tumbuh 25% per tahun
- Pembiayaan mikro tanpa agunan (Qardhul Hasan) untuk usaha kecil
3️⃣ Edukasi Keuangan Syariah
- Program “Sekolah Finansial Syariah” untuk santri dan mahasiswa
- Kolaborasi dengan pesantren Muhammadiyah
4️⃣ Dukungan Sektor Riil
- Fokus pada pembiayaan pertanian halal dan industri kreatif
- Skema bagi hasil (Mudharabah) yang adil
5️⃣ Inovasi Digital
- Mobile banking syariah dengan fitur zakat/infaq
- Kemitraan dengan fintech syariah lokal
Data Perkembangan BPRS Muhammadiyah
| Indikator | 2023 | 2024 | 2025* |
|---|---|---|---|
| Total Aset | Rp5,2 T | Rp6,8 T | Rp8,5 T |
| Pembiayaan | Rp3,9 T | Rp5,1 T | Rp6,4 T |
| Jaringan | 200 cabang | 230 cabang | 250 cabang |
*Proyeksi hingga akhir tahun
Dukungan OJK
✔ Kemudahan izin untuk ekspansi ke daerah 3T
✔ Pendampingan regulasi khusus BPRS
✔ Insentif pajak untuk pembiayaan produktif
Respons Muhammadiyah
Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir:
“Ini membuktikan sistem ekonomi syariah bisa menjadi solusi ketimpangan. Kami akan terus kembangkan layanan hingga ke pelosok.”
Red (ar/ar)
