dok. Titis Anis Fauziyah/KOMPAS

Sentra Jateng – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara terbuka mengkritik kebijakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dilakukan pemerintah pusat. Menurutnya, rekrutmen massal tanpa koordinasi dengan daerah menjadi akar masalah ketimpangan tenaga kerja di Jateng.

“Kami di daerah hanya jadi pelaksana. Pusat tentukan kuota besar-besaran tanpa pahami kebutuhan riil di lapangan,” tegas Taj Yasin dalam rapat evaluasi PPPK di Gedung Gradhika Bhakti Praja.

3 Masalah Utama PPPK di Jateng

1️⃣ Ketimpangan Distribusi

  • Kota besar kelebihan tenaga (contoh: Semarang surplus 1200 PPPK)
  • Daerah terpencil kekurangan (contoh: Wonosobo butuh 500 guru)

2️⃣ Kualitas Tidak Merata

  • 30% PPPK gagal uji kompetensi
  • Banyak yang tidak sesuai bidang

3️⃣ Masalah Pembiayaan

  • Gaji PPPK membebani APBD
  • Tidak ada kepastian pengangkatan

Data Kebutuhan vs Realisasi

BidangKebutuhanRekrutmen PusatSelisih
Pendidikan15.00022.500+7.500
Kesehatan8.2006.000-2.200
Teknis5.7009.300+3.600

Dampak bagi Daerah

  • Anggaran membengkak untuk gaji PPPK
  • Pelayanan publik tidak optimal
  • Konflik internal antar pegawai

Usulan Perbaikan

✔ Desentralisasi rekrutmen: Daerah tentukan kebutuhan
✔ Sinkronisasi data: Sistem terintegrasi pusat-daerah
✔ Uji kompetensi ketat: Sebelum penempatan
✔ Penyesuaian gaji: Berdasarkan beban kerja

Respons Kemendagri

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA:
“Kami sedang evaluasi sistem. Tahun depan akan ada mekanisme lebih fleksibel.”

Kata Pegawai PPPK

Susi (32), guru PPPK di Grobogan:
“Sudah 3 tahun mengabdi tapi status masih tidak jelas. Inginnya diangkat jadi ASN.”

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X