
Sentra Jateng – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan Indonesia untuk Gaza akan lebih diprioritaskan melalui jalur darat ketimbang udara. Pernyataan ini disampaikan usai rapat koordinasi dengan lembaga kemanusiaan di Kementerian Luar Negeri, Jumat (24/5/2025).
Alasan Pemilihan Jalur Darat
✔ Efisiensi biaya: Pengiriman via darat 60% lebih murah
✔ Kapasitas lebih besar: Bisa mengangkut 5x lebih banyak barang
✔ Keamanan: Risiko serangan udara diminimalkan
“Kami koordinasi dengan Mesir untuk optimalisasi pintu perbatasan Rafah,” jelas Menlu Retno.
Rincian Bantuan Terkini
- Tahap I (Mei 2025):
- 500 ton beras
- 10.000 paket makanan siap saji
- Obat-obatan senilai Rp 45 miliar
- Tahap II (Juni 2025):
- Tenda pengungsian
- Generator listrik
- Perlengkapan bayi
Tantangan Logistik
- Pemeriksaan ketat di perbatasan
- Konvoi sering ditunda karena situasi keamanan
- Distribusi tidak merata di dalam Gaza
Dukungan Lembaga Lokal
Indonesia bekerja sama dengan:
- Palestinian Red Crescent
- UNRWA
- Medical Emergency Rescue Committee
Perbandingan Metode Pengiriman
| Metode | Biaya | Waktu | Kapasitas |
|---|---|---|---|
| Udara | Rp 120 juta/ton | 12 jam | 20 ton |
| Darat | Rp 45 juta/ton | 3-5 hari | 100 ton |
| Laut | Rp 75 juta/ton | 7-10 hari | 500 ton |
Respons Internasional
- PBB apresiasi pilihan jalur darat
- Qatar tawarkan bantuan logistik
- Turki akan gabungkan bantuan dengan Indonesia
Red (ar/ar)
