dok. Syakirun Ni’am/KOMPAS

SENTRA JATENG – Anggota DPR Habiburokhman menjadi sorotan setelah video dirinya memasak mi menggunakan gas melon (gas cair dalam tabung besar) viral di media sosial. Kritikan bermunculan karena dinilai tidak sensitif terhadap kelangkaan gas 3 kg yang masih dialami masyarakat. Namun, politisi Partai Gerindra ini membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa aktivitas itu dilakukan di posko, bukan di rumah pribadinya.

Bantahan Tegas Habiburokhman

Dalam konferensi persnya, Habiburokhman menjelaskan bahwa video yang beredar diambil di posko pendukungnya, bukan di kediaman resminya.

“Itu di posko, bukan di rumah saya. Saya justru turun ke lapangan untuk merasakan langsung kesulitan rakyat,” tegas Habiburokhman, Kamis (21/8).

Konteks Kelangkaan Gas 3 kg

Video tersebut viral di tengah keluhan masyarakat tentang sulitnya mendapatkan gas 3 kg yang menjadi kebutuhan harian. Banyak ibu-ibu yang mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan satu tabung gas.

Habiburokhman menyatakan bahwa dirinya memahami keluhan tersebut dan sedang memperjuangkan kebijakan energi yang lebih adil di DPR.

Reaksi Netizen dan Kritik Politik

Meski telah memberikan klarifikasi, netizen masih banyak yang meragukan keseriusannya dalam menyelesaikan masalah kelangkaan gas. Sebagian menilai video tersebut hanya pencitraan semata.

“Daripada masak mi pakai gas melon, lebih baik perjuangkan distribusi gas 3 kg yang merata,” tulis seorang netizen di platform X.

Kebijakan Pemerintah dan Proyeksi Ke Depan

Pemerintah melalui Pertamina telah berjanji menormalisasi distribusi gas 3 kg dalam waktu dekat. Namun, hingga kini, kelangkaan masih terjadi di beberapa daerah.

Kasus ini memicu diskusi tentang pentingnya kebijakan energi yang pro rakyat dan pengawasan ketat terhadap distribusi agar tidak terjadi penimbunan.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X