dok. Reuters

SENTRA JATENG – Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi menyuntikkan dana segar sebesar US$ 8,8 miliar (setara Rp144 triliun) kepada raksasa semikonduktor Intel. Langkah strategis ini membuat pemerintah federal AS kini memegang 9,9% saham di perusahaan teknologi tersebut, menandai intervensi terbesar dalam beberapa dekade terakhir untuk mengamankan kepentingan nasional di bidang teknologi.

Suntikan Dana Terbesar dalam Sejarah Industri Chip

Injeksi dana ini merupakan bagian dari implementasi CHIPS Act yang digagas pemerintahan sebelumnya untuk memperkuat kembali produksi semikonduktor di dalam negeri AS. Dengan investasi ini, Intel akan mempercepat pengembangan pabrik chip canggih (fabs) di Arizona, Ohio, dan New Mexico.

“Ini bukan sekadar investasi, tapi langkah strategis untuk memastikan keamanan nasional dan ketahanan supply chain teknologi AS. Kami tidak ingin lagi bergantung pada pihak luar untuk chip kritikal,” tegas Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo, dalam konferensi pers, Jumat (23/8).

Dampak Langsung pada Pasar dan Geopolitik

Kepemilikan saham pemerintah AS di Intel akan memberikan pengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan, terutama yang terkait dengan keamanan nasional dan alih teknologi. Langkah ini juga dipandang sebagai upaya AS untuk bersaing lebih agresif dengan dominasi Taiwan (TSMC) dan Korea Selatan (Samsung) di industri semikonduktor global.

“Ini adalah pesan jelas bahwa AS serius memenangkan persaingan teknologi abad ini. Mereka tidak mau lagi ketinggalan dalam perlombaan chip,” kata analis teknologi senior dari Georgetown University, Dr. Kenneth Smith.

Respons Intel dan Masa Depan Industri

CEO Intel, Pat Gelsinger, menyambut baik investasi ini. “Ini adalah kemitraan publik-swasta terbesar dalam sejarah industri teknologi. Dengan dukungan ini, Intel akan kembali memimpin inovasi dan memastikan Amerika tetap menjadi rumah bagi manufaktur chip paling mutakhir,” ujarnya.

Langkah ini diperkirakan akan memicu gelombang baru investasi dan konsolidasi di industri semikonduktor global, sementara negara-negara lain mungkin akan menyusul dengan strategi serupa untuk melindungi kepentingan teknologinya.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X