
SENTRA JATENG – Di tengah lonjakan kasus campak yang mengkhawatirkan di berbagai daerah, para dokter mengingatkan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah perlindungan ekstra untuk anak-anak. Campak bukan hanya demam dan ruam, tetapi bisa berujung pada komplikasi serius seperti pneumonia hingga radang otak.
5 Tips Penting Lindungi Anak dari Campak
dr. Anita Widyaningrum, Sp.A, dokter spesialis anak dari RS Umum Pusat Nasional, membagikan lima kiat praktis melindungi buah hati di tengah wabah:
- Pastikan Status Imunisasi Lengkap
Vaksinasi campak (biasanya dalam bentuk vaksin MR/MMR) adalah langkah paling efektif. Pastikan anak mendapat dua dosis: pertama usia 9 bulan, kedua usia 18 bulan. - Hindari Keramaian dan Kontak Erat
Campak sangat menular melalui udara. Hindari membawa anak ke tempat keramaian, terutama jika ada laporan kasus di wilayah tersebut. - Tingkatkan Kebersihan Diri dan Lingkungan
Ajarkan anak cuci tangan pakai sabun secara rutin. Pastikan ventilasi rumah baik dan lingkungan tetap bersih. - Kenali Gejala Awal dan Segera Periksa
Gejala campak: demam tinggi, batuk-pilek, mata merah, dan bintik putih di mulut. Jika muncul ruam merah, segera bawa ke fasilitas kesehatan. - Lakukan Isolasi jika Terkonfirmasi
Jika anak terdiagnosis campak, lakukan isolasi hingga dinyatakan sembuh untuk mencegah penularan ke orang lain.
“Jangan anggap remeh campak. Komplikasinya berat, bahkan bisa menyebabkan kematian. Lindungi dengan imunisasi dan deteksi dini,” tegas dr. Anita.
Situasi Wabah Campak Nasional
Data Kementerian Kesehatan per Oktober 2025 menunjukkan peningkatan kasus campak dibandingkan tahun sebelumnya, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi rendah. Orang tua diimbau tidak menunda vaksinasi dan segera melengkapi jika anak belum diimunisasi.
Red (ar/ar)
