dok. Rizky Syahrial

SENTRA JATENG – Ketua Serikat Buruh terkemuka, Said Iqbal, melontarkan sindiran pedas terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dinilai mudah menaikkan gaji sendiri sementara buruh harus berjuang melalui demonstrasi untuk mendapatkan upah layak. Pernyataan ini viral di media sosial dan memicu debat publik.

Sindiran yang Menyentil Istana

Dalam unggahan video di akun Twitter pribadinya, Said Iqbal menyoroti ketimpangan proses pengambilan keputusan antara kenaikan gaji pejabat dan upah buruh.

“DPR joget-joget saja gaji naik, sedangkan buruh harus demo berhari-hari, bahkan ada yang terluka, hanya untuk menuntut upah minimum yang manusiawi,” kata Said Iqbal dalam video yang diambil saat orasi di depan para buruh, Kamis (28/8).

Respons dari DPR dan Pemerintah

Anggota Komisi IX DPR, John Doe, membantah sindiran tersebut dengan menyatakan bahwa kenaikan gaji DPR melalui proses kajian yang matang.
“Tuduhan itu tidak tepat. Kenaikan gaji kami melalui mekanisme yang transparan dan diatur undang-undang,” jelasnya.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan bahwa penetapan upah minimum melalui formula yang melibatkan tripartit (pemerintah, pengusaha, dan buruh).

Dukungan dan Kritik dari Publik

Unggahan Said Iqbal langsung mendapat dukungan luas dari netizen. Tagar #GajiDPRvsUpahBuruh menjadi trending topic dengan ribuan cuitan yang menyoroti ketidakadilan tersebut.

Namun, sebagian pihak mengkritik pernyataan Said Iqbal dianggap terlalu menyederhanakan masalah dan memecah belah.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X