
SENTRA JATENG – Dunia fashion internasional berduka. Maestro mode asal Italia, Giorgio Armani, menghembuskan napas terakhirnya pada usia 91 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh juru bicara perusahaan mode miliknya, Armani Group, pada Jumat (5/9/2025) waktu setempat. Armani meninggalkan warisan elegan yang telah mengubah wajah industri mode global selama lebih dari empat dekade.
Pria yang kerap dipanggil “King of Italian Fashion” ini dikenal dengan pendekatan desainnya yang revolusioner—menciptakan gaya yang menyatu antara kemewahan yang santai dan kesempurnaan tailoring. Meninggalnya Armani bukan hanya kehilangan seorang desainer, tetapi juga simbol keanggunan abadi dan inovasi yang tak lekang oleh waktu.
Perjalanan Karier: Dari Asisten Deptstore hingga Raja Mode
Karier Armani tidak dibangun dalam semalam. Awalnya bekerja sebagai asisten deptstore dan buyer, ia memasuki dunia desain pada usia yang terbilang tidak muda. Pada 1975, di usia 41 tahun, ia mendirikan mereknya sendiri, Giorgio Armani S.p.A., bersama mitra Sergio Galeotti.
Dengan visi yang jernih, Armani menghadirkan revolusi dalam dunia fashion pria dan wanita. Koleksi pertamanya yang menghadirkan jas yang lebih santai dan tidak kaku langsung memenangkan hati publik. Desainnya yang sering disebut “deconstructed jacket” menjadi ciri khas dan awal dari kesuksesannya yang fenomenal.
Warisan Abadi: Empire Fashion yang Mendunia
Armani tidak hanya meninggalkan koleksi fashion yang indah. Ia membangun empire bisnis yang solid dan mandiri. Hingga akhir hayatnya, Armani Group tetap independen dan tidak tergabung dalam konglomerat fashion besar. Perusahaannya mencakup beragam lini, dari haute couture (Giorgio Armani) hingga fashion yang lebih terjangkau (Emporio Armani dan Armani Exchange).
Tidak hanya di runway, warisannya juga terlihat di layar lebar. Ia adalah perancang kostum untuk ratusan film, termasuk karya legendaris seperti “American Gigolo” (1980) yang melambungkan nama Richard Gere. Gaya “Armani” menjadi sinonim dengan sofistikasi dan kelas yang tak terbantahkan.
Duka dari Seluruh Penjuru Dunia
Kabar meninggalnya Armani ditanggapi dengan duka mendalam oleh seluruh industri fashion dan para selebritas yang pernah menjadi muse-nya. Banyak yang menyebutnya sebagai “visioner sejati” yang tidak hanya menciptakan pakaian, tetapi juga mendefinisikan ulang arti elegan dalam era modern.
“Kami kehilangan seorang legenda. Elegansi dan dedikasinya pada craftmanship akan selalu dikenang. Warisannya abadi,” ujar Anna Wintour, Pemimpin Redaksi Vogue Amerika, melalui pernyataannya.
Tutup Usia, Namun Nama dan Gaya Tetap Abadi
Meskipun sang maestro telah berpulang, nama Giorgio Armani dan estetika yang diusungnya akan terus hidup. Perusahaannya dipastikan akan terus berjalan, mengikuti visi dan nilai-nilai yang telah ditanamkannya selama puluhan tahun. Giorgio Armani mungkin telah pergi, tetapi elegansi dan pengaruhnya dalam dunia fashion akan tetap abadi, menjadi inspirasi bagi generasi desainer berikutnya.
Red (ar/ar)
