dok. Aprillia Ika/KOMPAS

SENTRA JATENG – Di tengah pusaran geopolitik dan ekonomi global yang bergejolak, Hong Kong justru mencatatkan pencapaian gemilang. Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee, mengumumkan nilai perdagangan antara Hong Kong dengan negara-negara anggota ASEAN telah menembus angka fantastis, yakni 276 miliar dolar AS sepanjang tahun ini.

Pencapaian ini tidak lantas membuat Hong Kong berpuas diri. Justru, momentum ini dimanfaatkan untuk memperdalam penetrasi pasar dengan menggandeng strategi ambisius China, yaitu Belt and Road Initiative (BRI). Hong Kong kini memposisikan diri sebagai hub atau pusat penghubung utama bagi investasi BRI yang menuju kawasan ASEAN.

Peran Hong Kong sebagai “Super Connector” untuk BRI

John Lee menegaskan bahwa posisi unik Hong Kong sebagai pusat keuangan global dan jembatan antara China dengan dunia menjadi nilai jual terkuat. Hong Kong tidak hanya menawarkan modal, tetapi juga keahlian finansial, layanan profesional, dan jaringan logistik yang canggih untuk mendanai dan mengelola proyek-proyek infrastruktur besar di bawah payung BRI di Asia Tenggara.

“Hong Kong siap menjadi ‘super connector’ antara China dan ASEAN, khususnya dalam inisiatif Belt and Road. Kami memiliki segala keunggulan institusional, hukum, dan finansial untuk mendukungnya,” ujar John Lee dalam sebuah forum investasi, Selasa (9/9/2025).

Fokus pada Pembiayaan Infrastruktur dan Ekonomi Digital

Bidikannya sangat jelas: proyek-proyek infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, jalan tol, dan pembangkit listrik yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara ASEAN untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya. Selain itu, Hong Kong juga membidik sektor ekonomi digital dan hijau yang sedang naik daun di kawasan regional.

“Kami melihat peluang besar di sektor infrastruktur, teknologi finansial, dan ekonomi berkelanjutan. Hong Kong ingin menjadi mitra utama ASEAN dalam merealisasikan proyek-proyek strategis ini,” tambah Lee.

Respons Positif dari Negara-Negara ASEAN

Tawaran Hong Kong ini disambut positif oleh banyak pemimpin dan pengusaha ASEAN. Mereka melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk mendapatkan sumber pembiayaan alternatif dan keahlian berstandar internasional tanpa harus sepenuhnya bergantung pada investasi tradisional dari Barat.

Hong Kong dinilai memiliki pemahaman budaya bisnis yang lebih baik di kawasan Asia, sehingga dapat memfasilitasi proyek-proyek dengan lebih efektif. Negara-negara seperti Indonesia, Vietnam, dan Thailand disebut-sebut menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini.

Meningkatkan Interkonektivitas dan Pertumbuhan Regional

Kolaborasi Hong Kong-ASEAN di bawah payung BRI ini diharapkan dapat menciptakan interkonektivitas yang lebih kuat antarnegara di kawasan. Peningkatan infrastruktur tidak hanya akan memacu pertumbuhan ekonomi masing-masing negara, tetapi juga menciptakan rantai pasok dan pasar yang lebih terintegrasi di seluruh Asia Tenggara.

Dengan nilai dagang yang sudah mencapai 276 miliar dolar AS, langkah Hong Kong ini semakin mempertegas ambisinya untuk menjadi poros ekonomi yang tidak tergantikan di peta perdagangan dan investasi global, khususnya di kawasan Asia.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X