dok. Dian Ade Permana/KOMPAS

SENTRA JATENG – Para pakar pendidikan meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada program revitalisasi infrastruktur sekolah, tetapi juga secara simultan meningkatkan kualitas guru dan kurikulum pendidikan. Hal ini disampaikan menanggapi program prioritas Kementerian Pendidikan yang masih terlihat berat pada pembangunan fisik.

Dalam diskusi publik yang digelar oleh sebuah lembaga think tank pendidikan di Jakarta, Jumat (19/9/2025), para ahli menekankan bahwa tanpa peningkatan kualitas pendidik dan materi ajar yang relevan, revitalisasi fisik sekolah tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas output pendidikan.

Pernyataan Pakar Pendidikan

“Revitalisasi sekolah itu penting, tapi jangan sampai hanya berhenti pada fisik saja. Guru-guru perlu terus ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan yang berkelanjutan. Kurikulum juga harus dinamis, sesuai dengan kebutuhan zaman dan perkembangan teknologi,” tegas Dr. Ahmad Baedowi, Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, dalam diskusi tersebut.

Ia menambahkan, banyak sekolah yang fisiknya sudah bagus, tetapi metode pengajaran masih konvensional dan kurikulumnya tidak menyentuh kebutuhan kompetensi abad ke-21.

Data dan Kondisi Riil di Lapangan

Data dari Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa pada tahun 2025, anggaran untuk rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas masih mendominasi alokasi dana pendidikan. Sementara itu, anggaran untuk pelatihan guru dan pengembangan kurikulum masih jauh lebih kecil.

Seorang guru dari sebuah sekolah di pinggiran Jakarta, Siti Maryam, S.Pd., membenarkan kondisi ini. “Gedung sekolah kami sudah diperbaiki, tapi kami masih kekurangan pelatihan untuk mengajar coding dan literasi digital. Materi ajar juga seringkali tertinggal dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Pemerintah

Para peserta diskusi merekomendasikan beberapa hal kepada pemerintah:

  1. Peningkatan Kompetensi Guru: Program pelatihan guru harus lebih masif, terstruktur, dan mengacu pada standar kompetensi global.
  2. Kurikulum yang Relevan: Kurikulum perlu diperbarui secara berkala, memasukkan elemen digital skills, critical thinking, dan kreativitas.
  3. Pemerataan Teknologi: Tidak hanya membangun gedung, tetapi juga memastikan akses terhadap perangkat dan konektivitas internet yang memadai di semua sekolah.
  4. Anggaran yang Seimbang: Alokasi anggaran pendidikan harus lebih seimbang antara infrastruktur dan pengembangan SDM.

Tanggapan Kementerian Pendidikan

Perwakilan Kementerian Pendidikan yang hadir menyatakan bahwa pihaknya menyadari pentingnya keseimbangan ini. “Kami sedang menyusun program yang integratif. Revitalisasi fisik kami lanjutkan, tetapi pelatihan guru dan penguatan kurikulum juga menjadi prioritas ke depan,” janjinya.

Dengan masukan dari para ahli ini, diharapkan pemerintah dapat lebih menyeimbangkan kebijakannya antara pembangunan fisik dan peningkatan kualitas manusia agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai secara optimal.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X