
SENTRA JATENG – PT Pertamina (Persero) angkat bicara menanggapi narasi yang beredar di masyarakat yang menyebut Indonesia mengalami kerugian karena menjual harga Bahan Bakar Minyak (BBM) lebih murah dibandingkan dengan negara-negara lain. Perusahaan BUMN energi ini memberikan penjelasan komprehensif mengenai perbedaan struktur harga dan kebijakan energi di setiap negara.
Narasi tersebut kerap muncul dengan membandingkan harga jual eceran BBM jenis tertentu di Indonesia, seperti Pertalite, dengan harga sejenis di negara lain seperti Malaysia, Singapura, atau Thailand, tanpa mempertimbangkan konteks kebijakan yang mendasarinya.
“Memang benar harga BBM kami di tingkat konsumen lebih rendah dari beberapa negara tetangga. Namun, penting untuk dipahami bahwa ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi dan kompensasi,” jelas Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, Jumat (26/9/2025).
Subsidi dan Kompensasi Pemerintah sebagai Penyeimbang
Fadjar menekankan bahwa harga jual eceran BBM bersubsidi di dalam negeri tidak mencerminkan harga keekonomiannya yang sebenarnya. Selisih antara harga keekonomian dan harga jual eceran ini ditutup oleh pemerintah dalam bentuk subsidi dan kompensasi yang diberikan kepada Pertamina.
“Dengan adanya kebijakan ini, kestabilan harga energi dapat terjaga. Ini adalah instrumen fiskal yang diambil pemerintah untuk menopang perekonomian rakyat, bukan sebuah ‘kerugian’ dalam pengertian bisnis murni,” tambahnya.
Perbandingan yang Tidak Apples to Apples
Pertamina juga menjelaskan bahwa melakukan perbandingan harga langsung dengan negara lain adalah tidak tepat karena kondisi setiap negara berbeda. Faktor-faktor seperti kebijakan pajak, tingkat subsidi, biaya logistik, dan kondisi geografis sangat mempengaruhi harga akhir di tingkat konsumen.
“Singapura menerapkan pajak yang sangat tinggi pada BBM. Malaysia memberikan subsidi yang berbeda strukturnya. Membandingkan harga tanpa melihat komponen-komponen ini akan menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan,” ujar Fadjar.
Komitmen Menjaga Stabilitas dan Aksesibilitas
Pada intinya, kebijakan harga BBM di Indonesia adalah bagian dari strategi pemerintah untuk menjamin stabilitas ekonomi dan aksesibilitas energi bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Pertamina, sebagai pelaksana kebijakan, berkomitmen untuk mendistribuskan BBM secara merata ke seluruh penjuru tanah air dengan harga yang terjangkau, sesuai dengan mandat yang diberikan.
Red (ar/ar)
