dok. SD 016 SAGULUNG/KOMPAS

SENTRA JATENG  – Sebanyak 17 siswa SDN 16 Batam mengalami gejala keracunan makanan berupa mual dan muntah-muntah, diduga usai menyantap makanan yang dibawa dari rumah. Kejadian yang memicu kepanikan di lingkungan sekolah tersebut berlangsung pada Senin (29/9/2025) siang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyebutnya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) yang saat ini sedang diselidiki. “Iya betul, 17 anak dilaporkan mual dan muntah. Mereka sudah mendapatkan pertolongan pertama dan kondisinya sudah stabil,” ujar Didi saat dikonfirmasi Kompas.com.

Kronologi Kejadian Keracunan

Insiden berawal sekitar pukul 10.00 WIB, ketika para siswa sedang menjalani jam istirahat. Hanya dalam waktu sekitar 20 menit usai menyantap makanan yang mereka bawa dari rumah, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, dan beberapa langsung muntah di dalam kelas.

Tenaga pendidikan di sekolah dengan sigap memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya melibatkan tim kesehatan dari Puskesmas terdekat untuk menangani korban secara lebih intensif.

Jenis Makanan Diduga Pemicu

Meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan mendalam oleh Dinas Kesehatan Kota Batam, dugaan sementara mengerucut pada satu jenis makanan tertentu. “Dugaan sementara, ada satu jenis makanan yang sama yang dikonsumsi oleh anak-anak. Tapi kami masih melakukan investigasi, termasuk mengambil sampel untuk diperiksa di laboratorium,” jelas Didi Kusmarjadi.

Investigasi juga akan mencakup proses penyiapan dan penyimpanan makanan yang dikonsumsi para korban untuk memastikan sumber kontaminasinya.

Kondisi Korban dan Tindak Lanjut

Kepala Sekolah SDN 16 Batam, Suryani, menyatakan bahwa seluruh siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan medis yang memadai. “Seluruh anak yang sakit sudah ditangani dan kondisinya sudah membaik. Kami juga telah berkoordinasi dengan orang tua siswa,” tutur Suryani.

Dinas Kesehatan Kota Batam akan terus memantau perkembangan kesehatan para siswa dan memastikan tidak ada penambahan korban. Hasil investigasi laboratorium ditunggu untuk menentukan langkah pencegahan yang lebih konkret agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X