dok. wisang seto pangaribowo/KOMPAS

SENTRA JATENG – Mantan Wakil Presiden RI Prof. Dr. Mahfud MD mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa cucunya tercinta menjadi salah satu korban dalam gelombang keracunan makanan beracun (MBG) yang melanda Yogyakarta baru-baru ini. Pengakuan ini disampaikannya langsung saat menghadiri acara buka puasa bersama dengan masyarakat di Yogyakarta, Senin (29/9/2025) malam.

“Saya juga punya cucu yang keracunan MBG di sini. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh,” ujar Mahfud MD di hadapan para undangan, seperti dilaporkan Kompas.com. Kejadian ini menegaskan betapa kasus keracunan massal tersebut tidak memandang usia, status, atau latar belakang sosial.

Kronologi dan Kondisi Sang Cucu

Mahfud MD menuturkan, insiden yang menimpa cucunya terjadi beberapa waktu sebelum pernyataan ini diumumkan. Sang cucu mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang diduga terkontaminasi.

“Waktu itu dia makan, lalu merasa tidak enak badan. Keluarganya langsung bertindak cepat membawanya untuk mendapatkan pertolongan medis,” jelas Mahfud MD, seraya menyampaikan rasa syukur karena sang cucu telah dinyatakan pulih sepenuhnya. Pengakuan ini menyiratkan betapa cepat dan berbahayanya dampak dari keracunan MBG, yang memerlukan penanganan segera.

Mahfud MD Apresiasi Penanganan Aparat

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud MD tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran aparat keamanan dan pemerintah daerah yang bekerja keras menangani kasus keracunan massal ini. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid untuk mengatasi krisis kesehatan semacam ini.

“Saya mengapresiasi langkah cepat dari kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat. Keracunan MBG ini adalah peristiwa luar biasa yang penanganannya harus serius dan tuntas,” tegas mantan Menkopolhukam tersebut. Pernyataan ini sekaligus menggarisbawahi urgensi dari penyelidikan untuk mengungkap sumber dan pelaku di balik peredaran makanan beracun tersebut.

Konfirmasi dari Kapolda DIY

Sebelumnya, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irjen Pol Suwondo Nainggolan telah mengonfirmasi perkembangan terbaru penyelidikan. Hingga Senin (29/9/2025) malam, total korban yang dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi jajanan online, khususnya lumer dan cimol, telah mencapai 45 orang.

“Dari 45 korban, 2 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 43 korban lainnya telah sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit,” ucap Kapolda dalam konferensi pers terpisah. Data ini menunjukkan skala kejadian yang serius, di mana dua nyawa tidak dapat diselamatkan.

Peringatan untuk Masyarakat

Keterlibatan keluarga terdekat seorang tokoh nasional seperti Mahfud MD dalam insiden ini diharapkan dapat semakin membuka mata masyarakat akan bahaya yang mengintai dari jajanan yang tidak terjamin keamanannya. Aparat terus mendorong masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan keamanan pangan sebelum mengonsumsi suatu produk, terutama yang dibeli secara online. Penyidikan untuk menemukan pelaku dalang peredaran MBG ini masih terus dilakukan secara intensif.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X