
SENTRA JATENG – Sebuah rumah di Jalan Cemara, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, mengalami kerusakan parah akibat tanah longsor, Selasa (30/9/2025). Bencana yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi itu diperkirakan menimbulkan kerugian materi mencapai Rp 100 juta.
Kejadian bermula ketika pemilik rumah, Suhartini (60), dan keluarganya mendengar suara gemuruh dari bagian belakang rumahnya. Dalam hitungan menit, tanah dan struktur bangunan pun ambles, merobek dinding dan merusak sebagian ruangan. “Tadi pagi saya dengar suara gemuruh. Saya lihat ke belakang, ternyata tanahnya amblas. Langsung saya bawa anak saya keluar,” ujar Suhartini, menggambarkan detik-detik mengerikan sebelum longsor terjadi.
Kerusakan Parah dan Kerugian Materi
Longsor mengakibatkan kerusakan signifikan pada struktur rumah. Sebagian dinding rumah terbelah dan ambruk, sementara lantai di beberapa ruangan retak dan amblas. Perabotan rumah tangga yang berada di area yang terdampak juga ikut rusak tertimbun material tanah.
Berdasarkan penilaian sementara dari pihak berwenang, total kerugian material yang diderita oleh keluarga Suhartini diperkirakan mencapai angka Rp 100 juta. Kerugian ini mencakup kerusakan pada bangunan fisik rumah serta harta benda di dalamnya.
5 Kepala Keluarga Terpaksa Mengungsi
Dampak longsor tidak hanya dirasakan oleh keluarga Suhartini. Bencana ini juga membahayakan rumah-rumah di sekitarnya, sehingga sebanyak 5 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami area tersebut terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi sementara. Tindakan ini diambil sebagai langkah antisipasi jika terjadi longsor susulan yang bisa membahayakan keselamatan jiwa.
Respon Cepat BPBD dan Penyebab Longsor
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Mereka melakukan assessment dan mendirikan posko pengungsian sementara untuk menampung warga yang terdampak.
Meskipun penyebab pasti masih dikaji, dugaan sementara penyebab tanah longsor adalah karena intensitas hujan dengan curah tinggi yang mengguyur kawasan Pamulang dalam beberapa hari terakhir. Faktor kontur tanah dan drainase yang kurang optimal juga diduga turut berkontribusi terhadap insiden ini. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pembersihan material longsor masih terus dilakukan oleh petugas.
Red (ar/ar)
