dok. dianerika/KOMPAS

SENTRA JATENG – PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan bahwa produksi katoda tembaga dan emas di smelter mereka di Gresik, Jawa Timur, tetap berjalan sesuai target. Pernyataan ini disampaikan menanggapi kekhawatiran publik terkait insiden pemadaman listrik yang sempat terjadi di kawasan smelter beberapa waktu lalu.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, dengan tegas membantah adanya dampak signifikan dari pemadaman tersebut terhadap operasional smelter. “Tidak benar kalau ada yang bilang produksi kami turun atau terganggu. Untuk katoda tembaga dan emas, produksi kami sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Tony dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (2/10/2025).

Komitmen Freeport di Tengah Proyek Smelter Nasional

Tony Wenas juga menyoroti komitmen panjang Freeport dalam mendukung pengolahan mineral dalam negeri. “Kami adalah perusahaan pertama yang membangun smelter. Kami sudah memproduksi katoda tembaga sejak 1990-an. Jadi, ini bukan hal baru bagi kami,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Kami juga yang pertama menandatangani perjanjian jual-beli (off-take agreement) dengan PT Smelting, yang notabene adalah perusahaan patungan untuk pengolahan dan pemurnian tembaga.”

Dukungan Infrastruktur dan Listrik dari Pemerintah

Di kesempatan yang sama, Tony mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah, khususnya dalam hal penyediaan infrastruktur pendukung, termasuk pasokan listrik yang andal untuk operasional smelter. Dukungan ini dianggap krusial untuk memastikan kelancaran produksi.

“Kami sangat menghargai komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan, termasuk listrik, untuk mendukung operasional smelter kami,” kata Tony.

Konfirmasi dari Direktur Utama PLN

Di sisi lain, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, turut memberikan konfirmasi terkait keandalan pasokan listrik untuk industri strategis nasional, termasuk smelter Freeport. Ia menegaskan komitmen PLN dalam mendukung program hilirisasi mineral pemerintah.

“Kami pastikan pasokan listrik untuk semua smelter, termasuk milik Freeport, berjalan dengan andal. Ini bagian dari komitmen kami mendukung hilirisasi,” pungkas Darmawan.

Dengan adanya penegasan dari kedua belah pihak ini, maka kekhawatiran terganggunya produksi tembaga dan emas Freeport Indonesia akibat gangguan listrik dapat terjawab dengan jelas. Operasional smelter dipastikan tetap berjalan optimal sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X