dok. PEMKAB BANYUMAS/KOMPAS

SENTRA JATENG – Ratusan pencari kerja memadati Job Fair yang digelar di Pendopo Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Senin (6/10/2025). Meski perusahaan peserta membuka ribuan lowongan, banyak pelamar yang justru mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan ekspektasi mereka.

Gelaran yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh puluhan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perbankan, hingga jasa. Antusiasme tinggi terlihat sejak pagi, dengan para pelamar yang sebagian besar adalah pemuda berusia 18-25 tahun berdesakan mengantre untuk mendaftar dan mengikuti seleksi awal.

Antusiasme Tinggi di Tengah Keluhan Pelamar

Di balik antusiasme tersebut, sejumlah pencari kerja menyuarakan kekecewaannya. Sari (23), salah seorang pelamar yang merupakan lulusan D3 Akuntansi, mengaku sudah mencoba melamar di beberapa job fair namun belum berhasil. “Lowongan memang banyak, tapi persaingannya ketat sekali. Saya sudah kirim lamaran ke 5 perusahaan hari ini, semoga ada yang panggil. Syaratnya kadang terlalu tinggi untuk posisi yang ditawarkan,” ujarnya dengan nada pasrah.

Keluhan serupa disampaikan oleh Budi (28), lulusan S1 Teknik yang telah setahun menganggur. “Banyak lowongan untuk operator produksi, tapi untuk posisi engineering atau staff sangat terbatas. Gaji yang ditawarkan untuk posisi operator juga seringkali di bawah UMP,” tuturnya. Situasi ini mencerminkan ketidaksesuaian (mismatch) antara kualifikasi pencari kerja dan kebutuhan riil di pasar tenaga kerja.

Respons Pemerintah Daerah dan Perusahaan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banyumas, Drs. Teguh Prasetyo, mengakui masih adanya gap antara ekspektasi pencari kerja dan realitas lapangan. “Kami terus mendorong perusahaan untuk menyesuaikan kualifikasi dan memberikan pelatihan. Di sisi lain, kami juga mengimbau para pencari kerja untuk lebih fleksibel dan terus meningkatkan kompetensi,” jelas Teguh.

Sementara itu, perwakilan dari sebuah perusahaan manufaktur, Andre Wijaya, menyatakan bahwa pihaknya memang selektif dalam merekrut. “Kami butuh karyawan yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tapi juga punya attitude dan kemauan belajar yang baik. Untuk posisi tertentu, kami siap beri pelatihan,” kata Andre.

Upaya Penyesuaian Kompetensi di Masa Depan

Melihat fenomena ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas berencana meningkatkan frekuensi job fair dan menggandeng lebih banyak perusahaan dari luar daerah. “Kami juga akan intensifkan program pelatihan vokasi dan kartu prakerja agar skill pencari kerja lebih sesuai dengan kebutuhan industri,” pungkas Teguh Prasetyo.

Harapannya, dengan langkah-langkah strategis ini, gelombang pencari kerja yang membanjiri job fair tidak hanya sekadar antusias, tetapi juga dapat diarahkan untuk benar-benar terserap dalam dunia kerja yang sesuai dengan kompetensi dan memberikan kesejahteraan yang layak.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X