
SENTRA JATENG – Pameran kedirgantaan MAKS 2025 di Moskow menjadi panggung bagi Rusia untuk memamerkan senjata andalannya, jet tempur generasi kelua siluman Su-75 “Checkmate”. Kehadiran pesawat ini dinilai sebagai tantangan langsung terhadap dominasi jet tempur F-35 Lightning II milik Amerika Serikat di pasar global.
Pesawat tempur buatan United Aircraft Corporation (UAC) ini menarik perhatian dunia karena mengusung konsep “low cost” untuk pesawat siluman, dengan harga yang diklaim jauh di bawah pesaing utamanya, F-35. “Checkmate adalah jawaban atas kebutuhan pasar akan pesawat tempur generasi lima yang canggih namun terjangkau,” ujar perwakilan UAC dalam presentasinya.
Spesifikasi dan Keunggulan Teknologi
Su-75 Checkmate didesain sebagai pesawat tempur siluman multirole yang mampu melaksanakan berbagai misi, dari superioritas udara hingga serangan darat. Pesawat ini mengusung konfigurasi single-engine untuk menekan biaya produksi dan perawatan, berbeda dengan F-35 yang juga bermesin tunggal.
Yang menjadi sorotan adalah fitur “internal weapons bay” atau ruang senjata internal yang menjadi standar pesawat siluman untuk meminimalkan jejak radar. “Dengan kemampuan siluman yang tinggi dan avionik tercanggih, Checkmate mampu bersaing dengan pesawat tempur terbaik di dunia,” klaim seorang insinyur Sukhoi yang terlibat dalam proyek tersebut.
Strategi Pasar dan Kompetisi dengan F-35
Kehadiran Su-75 dinilai sebagai strategi Rusia untuk merebut pasar negara-negara yang menginginkan teknologi pesawat siluman namun terkendala oleh harga F-35 yang tinggi dan persyaratan politik yang menyertai pembeliannya. Negara-negara di Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Latin menjadi target pasar potensial.
Analis Pertahanan, Ivan Skoropada, mengatakan, “Rusia sedang bermain cerdas. Mereka menawarkan paket teknologi yang mirip F-35 dengan harga lebih murah dan tanpa ikatan politik yang ketat. Ini bisa menjadi alternatif menarik bagi banyak angkatan udara di dunia.” Namun, ia mengingatkan bahwa klaim kemampuan dan harga murah masih perlu dibuktikan dalam produksi massal.
Respons dan Tantangan Pengembangan
Hingga saat ini, Pentagon belum memberikan respons resmi terkait pameran Su-75. Namun, komunitas pertahanan internasional menyoroti bahwa proyek Checkmate masih membutuhkan waktu panjang sebelum benar-benar operasional, sementara F-35 telah diproduksi massal dan digunakan oleh puluhan negara.
“Tantangan terbesar Rusia adalah pendanaan dan kemampuan produksi. Mengembangkan prototipe itu satu hal, tetapi memproduksinya dalam skala besar dengan kualitas konsisten adalah hal lain,” tambah Skoropada. Meski demikian, kehadiran Su-75 Checkmate telah menandai dimulainya persaingan baru dalam pasar pesawat tempur siluman global, yang selama ini didominasi oleh Amerika Serikat.
Red (ar/ar)
