dok. Dokumentasi Timnas Indonesia

SENTRA JATENG – Mimpi Timnas Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 harus kembali pupus. Kekalahan 0-2 dari Australia di Stadion Al Janoub, Doha, pada Sabtu (11/10/2025) malam WIB, secara resmi mengakhiri perjalanan Garuda di babak ketiga kualifikasi Zona Asia. Laga itu menjadi penanda berakhirnya perjuangan panjang selama 730 hari, sekaligus menutup jalan bagi pemain seperti Justin Hubner untuk membela Skuad Garuda di ajang tertinggi sepak bola dunia.

Kekalahan dari sang juara grup, Australia, memang sudah diprediksi banyak kalangan. Namun, tekad dan semangat yang ditunjukkan Shin Tae-yong dan anak asuhnya sepanjang perjalanan kualifikasi, dari babak kedua hingga pertandingan terakhir di babak ketiga, telah memberikan secercah harapan dan kebanggaan baru bagi para pendukungnya.

Perjalanan Panjang 730 Hari Penuh Perjuangan

Perjalanan Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 bukanlah cerita singkat. Ini adalah sebuah epik yang berlangsung selama hampir dua tahun, dimulai dari babak kedua. Selama 730 hari itu, Skuad Garuda menunjukkan perkembangan signifikan. Mereka berhasil melampaui target awal dengan melaju ke babak ketiga kualifikasi, sebuah pencapaian yang tidak pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Di babak ketiga yang penuh tantangan, Indonesia tergabung di Grup I bersama raksasa Asia seperti Jepang, Australia, dan Arab Saudi. Meski akhirnya gagal meraih tiket ke Piala Dunia, tim ini berhasil memberikan perlawanan sengit dan bahkan mencetak sejarah dengan meraih poin pertamanya di babak ini. Semangat pantang menyerah ini yang menjadi warisan berharga dari perjalanan panjang tersebut.

Mimpi Justin Hubner dan Pemain Muda Lainnya yang Tertunda

Kegagalan ini juga berarti mimpi sejumlah pemain, termasuk Justin Hubner, untuk berlaga di Piala Dunia harus tertunda setidaknya hingga empat tahun ke depan. Proses naturalisasi yang dilakukan PSSI, termasuk untuk Hubner, adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat tim. Pemain berposisi bek yang membela klub Jerman, VfL Wolfsburg, itu diharapkan bisa menjadi tulang punggung pertahanan Garuda.

Meski kali ini belum berhasil, pengalaman berkompetisi di level tinggi melawan tim-tim kuat Asia telah menjadi pelajaran berharga yang tak ternilai bagi Hubner dan para pemain muda lainnya. Mereka adalah investasi masa depan untuk siklus kualifikasi Piala Dunia 2026.

Fokus Baru: Kualifikasi Piala Asia 2027

Dengan tertutupnya jalan menuju Piala Dunia 2026, fokus Timnas Indonesia kini beralih ke kualifikasi Piala Asia 2027. Proses kualifikasi untuk turnamen benua tersebut akan segera dimulai. Perjuangan di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia telah membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim papan atas Asia.

“Kita harus akui Australia dan Jepang masih terlalu kuat. Tapi, kita sudah tunjukkan bahwa kita bisa bersaing. Sekarang, kita harus fokus ke Piala Asia. Itu target realistis berikutnya,” ujar seorang pengamat sepak bola. Semua pelajaran dari 730 hari perjuangan ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk membawa Timnas Indonesia kembali bangkit dan lebih siap di ajang-ajang internasional selanjutnya.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X