
SENTRA JATENG – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), emiten perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, tercatat menyentuh level terendah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pada perdagangan Kamis (16/10/2025), saham BBCA sempat menyentuh posisi Rp 7.150 per saham, level yang terakhir kali dilihat pada periode 2022.
Pelemahan yang berlanjut hingga hari ini, Jumat (17/10/2025), ini tentu menyita perhatian investor, mengingat BBCA kerap dianggap sebagai “saham istana” yang stabil. Manajemen BCA pun angkat bicara menanggapi tekanan yang terjadi pada saham kebanggaan pasar modal Indonesia tersebut.
Respons Manajemen BCA
Wakil Presiden Direktur BCA, Santoso, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan harga saham secara seksama. Ia menegaskan bahwa fundamental perusahaan tetap solid dan kuat, meskipun harga saham sedang mengalami koreksi. “Kami terus mengawasi kondisi pasar. Yang penting, kinerja operasional BCA tetap berjalan dengan baik,” ujar Santoso di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Santoso juga mengingatkan bahwa fluktuasi harga saham adalah hal yang wajar dalam dinamika pasar modal. Ia menyebut bahwa BCA berfokus pada strategi bisnis jangka panjang untuk terus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Faktor Eksternal Tekan Sentimen
Analis pasar modal menilai, pelemahan saham BBCA dan saham perbankan secara umum didorong oleh beberapa faktor eksternal. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi sektor keuangan domestik menjadi salah satu pemicu utama.
Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah dan mengendalikan inflasi, juga memberikan tekanan pada sentimen terhadap saham-saham sektor perbankan.
Kinerja Fundamentalnya Masih Kokoh
Di balik pelemahan harga, kinerja fundamental BCA hingga semester I-2025 tercatat masih sehat. Laba bersih BCA konsisten tumbuh, didukung oleh ekspansi kredit yang terjaga dan rasio NPL (kredit bermasalah) yang rendah dan terkendali.
Beberapa analis bahkan melihat momen ini sebagai kesempatan untuk akumulasi, mengingat valuasi BBCA yang kini telah berada di level yang lebih menarik. Manajemen BCA juga menyatakan siap mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk mendukung kinerja dan nilai perusahaan, termasuk opsi buyback saham jika dianggap perlu, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Red (ar/ar)
