dok. Pexels/Tima Miroshnichenko

SENTRA JATENG – Sebanyak 20 Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil menyelamatkan diri dari sebuah pusat penipuan online di wilayah Myawaddy, Myanmar, yang tengah dilanda konflik bersenjata. Mereka melarikan diri dengan menyeberang perbatasan secara ilegal ke Thailand dan saat ini sedang menjalani proses repatriasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok.

Kesempatan untuk melarikan diri didapat ketika situasi keamanan di Myawaddy memburuk akibat pertempuran antara militer Myanmar dan kelompok bersenjata. “Mereka kabur dengan menyeberang secara ilegal ke Thailand melalui perbatasan yang tidak resmi, memanfaatkan kekacauan yang terjadi,” jelas Direktur Perlindungan WNI Badan Pelaksana KBRI Bangkok, M. Miftah Faisal, kepada Kompas.com, Rabu (23/10/2025).

Kondisi Menyedihkan: Disiksa dan Tak Digaji

Kesaksian yang berhasil dihimpun dari para korban mengungkapkan kondisi kerja yang sangat memprihatinkan dan penuh penyiksaan. Mereka dipaksa bekerja untuk melakukan penipuan investasi online tanpa menerima upah yang dijanjikan.

“Selama bekerja, mereka tidak mendapatkan gaji. Mereka juga mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi, termasuk penyiksaan,” tambah Miftah, menggambarkan penderitaan yang dialami para WNI. Modus operandi yang menyerupai praktik perdagangan orang (TPI) ini membuat korban terjebak dan tidak memiliki cara lain untuk keluar.

Proses Repatriasi dan Karantina di Thailand

Setibanya di Thailand, kedua puluh WNI tersebut langsung diamankan oleh otoritas setempat. Saat ini, mereka menjalani masa karantina di sebuah penampungan imigrasi. Tim dari KBRI Bangkok telah bergerak cepat untuk memproses dokumen perjalanan mereka.

“Kami sedang memproses dokumen perjalanan, mulai dari penerbitan paspor hingga tiket pesawat. Kami berharap proses repatriasi dapat segera dilakukan setelah proses karantina selesai,” ujar Miftah. Seluruh biaya repatriasi, termasuk tiket pesawat, akan ditanggung oleh pemerintah Indonesia.

Peringatan untuk Warga: Waspada Modus Penipuan

Kasus ini menambah panjang daftar WNI yang menjadi korban sindikat penipuan online yang beroperasi di kawasan perbatasan Myanmar-Thailand. KBRI Bangkok kembali mengingatkan kepada seluruh WNI agar selalu waspada terhadap tawaran kerja yang terlalu menggiurkan di luar negeri, terutama yang menjanjikan gaji tinggi dengan syarat yang mudah.

“Perhatikan legalitas agen penyalur tenaga kerja dan pastikan memiliki dokumen yang lengkap. Jika sudah terlanjur berada di lokasi dan mengalami perlakuan yang tidak wajar, segera hubungi KBRI,” pungkas Miftah menegaskan.

Red (ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X