
Sentra Jateng – Rencana pembangunan pabrik semen senilai Rp 6 triliun di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menuai penolakan dari warga setempat. Masyarakat khawatir proyek industri besar ini akan merusak lingkungan dan mengancam mata pencaharian mereka.
Pabrik yang direncanakan oleh PT Anugerah Andalan Asia ini diperkirakan akan menyerap sekitar 2.400 tenaga kerja, dengan sebagian besar berasal dari luar daerah. Warga setempat, seperti Wagirin, seorang petani dari Desa Watangrejo, menyatakan ketidakpercayaannya terhadap klaim bahwa pabrik akan membuka lapangan pekerjaan bagi mereka. “Orang sini nggak kebagian apa-apa. Tanah diambil, nggak bisa menanam, pekerjaan pun tidak didapat,” ujarnya dengan tegas. (mojok/Ahmad Effendi)
Selain itu, dampak lingkungan menjadi perhatian utama. Pracimantoro dikenal dengan bentang alam karst Gunung Sewu yang diakui oleh UNESCO sebagai geopark global. Pendirian pabrik semen di kawasan ini dikhawatirkan akan merusak ekosistem dan sumber daya alam yang ada. Ketua Umum Masyarakat Speleologi Indonesia (MSI), Petrasa Wacana, menilai kebijakan pemerintah yang memberikan izin pendirian pabrik semen tersebut sangat tidak tepat. Menurutnya, pendirian pabrik semen bukanlah prioritas, mengingat Indonesia surplus semen. Tujuan pendirian pabrik untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar diragukan kebenarannya.
Meskipun demikian, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyatakan bahwa rencana pembangunan pabrik semen tetap bisa berjalan selama memenuhi regulasi yang berlaku. “Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan regulasi lain, saat sudah terpenuhi kita akan dukung,” ujarnya dalam sebuah kesempatan. Ia juga berharap masyarakat dapat memahami dampak positif dari keberadaan industri semen di masa mendatang, seperti berkembangnya lapangan bagi ribuan tenaga kerja lokal dan tumbuhnya sektor ekonomi lainnya. (suaramerdeka-solo)
Namun, pro dan kontra mengenai pembangunan pabrik semen ini belum menemui titik temu. Warga setempat tetap bersikeras menolak proyek tersebut demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan mata pencaharian mereka.
(ar/ar)
