
Sentra Jateng – Pekanbaru, 27 April 2025 – Seekor harimau liar kembali terlihat memasuki area pabrik di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang langsung memicu kekhawatiran. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pun mengambil langkah cepat dengan mengimbau perusahaan terkait untuk mengurangi aktivitas operasional di lokasi tersebut.
Kepala BBKSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari perusahaan dan segera mengerahkan tim untuk memantau situasi. “Kami minta perusahaan mengurangi aktivitas sambil terus memantau pergerakan harimau,” ujar Fifin dalam keterangan resminya, Minggu (27/4/2025).
Menurut Fifin, penampakan harimau tersebut terjadi pada Jumat (25/4/2025) sore. Pihak perusahaan langsung melapor setelah melihat keberadaan satwa dilindungi itu di dalam kawasan operasional mereka. Berdasarkan informasi awal, harimau tampak berada di sekitar area kerja dan sempat membuat karyawan panik.
Untuk mencegah insiden yang membahayakan baik bagi manusia maupun satwa, BBKSDA Riau menginstruksikan agar seluruh aktivitas dihentikan sementara di area yang diduga menjadi jalur lintasan harimau tersebut. Tim patroli BBKSDA juga dikerahkan untuk melakukan monitoring intensif di lapangan.
Lebih lanjut, Fifin mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan perusahaan untuk memasang perangkap (trap cage) di lokasi strategis. Hal ini dilakukan untuk menangkap harimau secara aman sebelum dipindahkan ke habitat yang lebih sesuai. “Upaya penangkapan akan mengutamakan keselamatan harimau dan pekerja,” tambahnya.
Sementara itu, pihak perusahaan dikabarkan telah mematuhi arahan BBKSDA dengan mengurangi aktivitas dan meningkatkan kewaspadaan di sekitar area kerja. Selain itu, perusahaan juga menyediakan dukungan logistik untuk membantu operasi penanganan satwa liar tersebut.
Kasus harimau masuk ke permukiman atau kawasan industri di Riau bukan kali pertama terjadi. Alih fungsi hutan menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya habitat alami harimau Sumatra, sehingga mendorong mereka masuk ke wilayah manusia.
Fifin pun mengingatkan, jika masyarakat atau pekerja kembali melihat harimau di sekitar lokasi, mereka diminta segera melapor kepada pihak berwenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa maupun diri sendiri.
(ar/ar)
