
Sentra Jateng – Pemerintah Italia resmi mengklasifikasikan pekerja seks dalam sistem klasifikasi usaha negara melalui kode ATECO. Pengumuman ini dilakukan oleh Istituto Nazionale di Statistica (ISTAT), lembaga statistik resmi Italia, pada Kamis (10/4/2025). Langkah ini menjadi penanda pengakuan resmi terhadap pekerjaan seks, yang sebelumnya tidak diatur secara jelas oleh regulasi nasional.
Kode ATECO untuk Pekerja Seks
Per 1 April 2025, aktivitas yang berkaitan dengan layanan escort, penyelenggaraan acara, dan pengelolaan tempat tertentu kini dimasukkan ke dalam kategori layanan pribadi dalam sistem klasifikasi ekonomi negara. Meskipun prostitusi tidak ilegal di Italia, praktik tersebut sebelumnya tidak diatur dengan undang-undang yang jelas. Menurut hukum Italia, individu masih dapat menawarkan jasa seks, tetapi tindakan yang melibatkan pendirian rumah bordil atau organisasi yang mengatur pekerja seks tetap dilarang.
Implikasi Hukum dan Ekonomi
Dengan pengenalan kode ATECO ini, pekerja seks kini dapat mendaftarkan diri secara resmi, memperoleh nomor PPN (Pajak Pertambahan Nilai/VAT), serta melaporkan pendapatan mereka. Langkah ini diharapkan akan memberikan kesempatan untuk mendapatkan hak-hak yang sebelumnya tidak tersedia bagi mereka. Pemerintah Italia berharap langkah ini dapat mengurangi ekonomi bayangan yang selama ini berkembang dalam sektor ini.
Namun, perlu dicatat bahwa hanya aktivitas yang sah menurut hukum Italia yang termasuk dalam klasifikasi ATECO. Oleh karena itu, praktik ilegal seperti pengorganisasian pekerja seks atau rumah bordil tetap berada di luar pengakuan resmi ini.
Mengurangi Ekonomi Bayangan
Dengan total nilai ekonomi bayangan yang pada 2022 diperkirakan mencapai lebih dari 200 miliar euro, yang setara dengan sekitar Rp 3.828 triliun, Italia berharap langkah ini dapat memberikan transparansi lebih dalam sektor ekonomi yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh pajak. Klasifikasi pekerja seks secara resmi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan mengurangi praktik ekonomi bayangan.
Perbedaan dengan Negara Lain
Pendekatan Italia berbeda dari negara-negara seperti Belanda dan Jerman, yang telah mengatur pekerjaan seks secara hukum. Di negara-negara tersebut, pekerja seks memiliki perlindungan hukum yang jelas, serta akses ke layanan kesehatan dan sosial. Sementara itu, Italia memilih untuk mengambil langkah hati-hati, dengan hanya memberikan pengakuan administratif dan fiskal tanpa memberikan legalisasi penuh terhadap prostitusi.
(ar/ar)
