
Sentra Jateng – Langit Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, berubah menjadi hamparan cahaya magis pada Sabtu (10/5/2025) malam. Ribuan lampion tradisional melayang tinggi, memuncaki perayaan Hari Waisak 2569 BE yang dihadiri puluhan ribu umat Buddha dan wisatawan.
Puncak Acara yang Memukau
Ritual pelepasan lampion menjadi klimaks dari rangkaian perayaan Waisak yang berlangsung sejak 8 Mei. Menurut Ketua Panitia Perayaan Waisak Nasional, Bhikkhu Pannyavaro, aksi ini simbolisasi pelepasan nafsu duniawi.
“Lampion ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan doa umat Buddha untuk kedamaian dunia,” ujarnya kepada Sentra Jateng di lokasi.
Dibanjiri Pengunjung
Data panitia mencatat 15.000 lampion dilepaskan, sementara jumlah pengunjung mencapai 30.000 orang. Adegan spektakuler ini juga disiarkan langsung melalui platform digital, menjangkau penonton global.
Dukungan Penuh Pemda
Pemerintah Kabupaten Magelang menyiapkan 500 personel keamanan dan menerapkan sistem one-way traffic untuk antisipasi kerumunan. “Kami ingin memastikan kenyamanan dan keamanan semua pihak,” tegas Bupati Magelang, Zaenal Arifin.
Edukasi dan Pelestarian Budaya
Selain ritual keagamaan, pengunjung bisa menikmati pameran artefak Buddha dan workshop pembuatan lampion. “Ini bagian dari komitmen kami menjadikan Borobudur sebagai pusat spiritual dunia,” tambah Bhikkhu Pannyavaro.
Perayaan ditutup dengan meditasi massal di pelataran candi, mengukuhkan Borobudur sebagai ikon toleransi dan warisan budaya yang hidup.
(ar/ar)
