
Sentra Jateng – Mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden didiagnosis menderita kanker prostat agresif yang telah menyebar (metastasis) ke tulang. Kabar ini dikonfirmasi oleh tim dokter pribadinya dalam rilis resmi, Senin (19/5/2025).
Diagnosis dan Kondisi Kesehatan Biden
Menurut pernyataan resmi dr. Kevin O’Connor, dokter kepresidenan AS, Biden menjalani serangkaian pemeriksaan setelah mengeluh nyeri punggung persisten. Hasil biopsi dan PET scan menunjukkan adanya kanker prostat stadium lanjut dengan metastase ke tulang belakang dan panggul.
“Jenis kankernya tergolong agresif (Gleason score 9), tapi masih responsif terhadap terapi target,” jelas O’Connor. Biden saat ini sudah memulai pengobatan kombinasi antara terapi hormonal dan radiasi.
Riwayat Kesehatan Biden
Kondisi ini menambah daftar masalah kesehatan Biden:
- 2023: Operasi pengangkatan kanker kulit jenis basal cell carcinoma
- 2024: Masalah tulang belakang kronis hingga sempat menggunakan kruk
- 2025: Terdeteksi fibrilasi atrium (gangguan irama jantung)
Reaksi Keluarga dan Politik
Jill Biden, istri mantan presiden, menyatakan keluarga tetap optimis. “Joe adalah pejuang. Kami percaya pada tim medis terbaik,” ujarnya di luar Walter Reed Medical Center.
Di kancah politik, Presiden incumbent Kamala Harris mengunjungi Biden sembari menegaskan, “Dia adalah mentor saya. Seluruh bangsa mendoakan kesembuhannya.”
Prognosis dan Pengobatan
Onkolog ternama dr. David Nanus dari Weill Cornell Medicine menjelaskan, “Dengan kondisi metastasis tulang, fokus terapi adalah memperpanjang harapan hidup dan mengontrol gejala.” Beberapa opsi yang dipertimbangkan:
- Terapi hormon lanjutan
- Kemoterapi docetaxel
- Terapi target PSMA lutetium (jika tes PSMA positif)
Dampak ke Dunia Politik
Diagnosis ini memicu spekulasi:
- Pengaruh Biden dalam Pemilu 2028
- Masa depan Partai Demokrat tanpa figur senior
- Potensi perubahan dalam Biden Foundation
Biden sendiri melalui cuitan menyatakan, “Saya baik-baik saja. Masih bisa mengajar di University of Pennsylvania pekan depan.”
(ar/ar)
