Foto: Agung Pandit Wiguna/Pexels

Sentra Jateng – Kebijakan Wali Kota Bandung Dedi Mulyadi tentang masuk sekolah pukul 06.30 menuai respons beragam. Meski banyak orangtua setuju, praktisi pendidikan justru mengingatkan tiga masalah kritis yang belum terpecahkan.

“Kami senang anak bisa pulang lebih awal, tapi jam segini masih gelap dan dingin,” keluh Siti, orangtua murid SD di Cibeunying, mewakili suara banyak wali murid.

3 Masalah Utama yang Dikhawatirkan

1️⃣ Transportasi Berbahaya

  • Jalanan sepi dan minim penerangan
  • Angkutan umum belum beroperasi penuh
  • Risiko kecelakaan meningkat 40% menurut data Dishub

2️⃣ Kesehatan Siswa

  • Dokter anak: “Tidur kurang = turunnya konsentrasi”
  • Risiko hipotermia di daerah pegunungan
  • Sarapan terburu-buru picu masalah pencernaan

3️⃣ Efektivitas Pembelajaran

  • Guru mengeluh siswa masih mengantuk
  • 2 jam pertama pelajaran tidak optimal
  • Aktivitas olahraga pagi kerap dibatalkan karena kabut

Data Dukungan Orangtua

Survei Dinas Pendidikan Kota Bandung (n=1.200):
✓ 68% setuju (alasan: lebih produktif)
✓ 22% netral
✓ 10% menolak (khususnya orangtua yang bekerja shift malam)

Solusi Alternatif yang Ditawarkan

  • Fleksibilitas zonasi: Sekolah di daerah tinggi bisa mulai jam 07.00
  • Layanan jemputan khusus dari pemkot
  • Modifikasi kurikulum: Pelajaran berat dimulai pukul 08.00

Respons Pemkot Bandung

Kadisdik Bandung, Hikmat Ginanjar:
“Kami akan evaluasi setelah 3 bulan penerapan. Untuk sementara, ada dispensasi bagi siswa dengan kendala transportasi.”

(ar/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Simak Berita Lengkap Viral Terpopuler !!!

X