
Sentra Jateng – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Rabu (25/5/2025) pagi, menyentuh level Rp16.391 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar AS secara global dan ketidakpastian pasar domestik.
Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah
✔ Penguatan Dolar AS: Indeks DXY naik 0,8% ke level 105,3
✔ Kenaikan Impor: Lonjakan impor bahan baku industri
✔ Aliran Modal Asing Keluar: Net sell saham Rp1,2 triliun pekan ini
✔ Ketegangan Timur Tengah: Sentimen risiko global meningkat
Perbandingan Kurs Terkini
| Waktu | Kurs (Rp/USD) | Perubahan |
|---|---|---|
| Kemarin Tutup | 16.325 | – |
| Pembukaan Hari Ini | 16.391 | -66 poin |
| Level Tertinggi Hari Ini | 16.375 | – |
| Level Terendah Hari Ini | 16.405 | – |
Proyeksi Analis
- Bank Mandiri: Potensi uji level Rp16.450 jika tekanan berlanjut
- BRI Securities: Support kuat di Rp16.300
- Standard Chartered: BI mungkin intervensi jika sentuh Rp16.500
Respons Bank Indonesia
Kepala Departemen BI, Doddy Zulverdi:
“Kami pantau ketat dan siap stabilkan pasar sesuai kebutuhan dengan triple intervention.”
Dampak ke Sektor Riil
- Harga barang impor diprediksi naik 3-5%
- Utang luar negeri perusahaan bertambah berat
- Ekspor lebih kompetitif
Tips untuk Pelaku Usaha
- Hedging untuk transaksi valas
- Percepat pembayaran utang valas
- Monitor harian pergerakan kurs
Red (ar/ar)
